"Katelynn Summers apa yang terjadi di sini ?!" seseorang menjerit.
Aku membuka mataku hanya untuk dibutakan oleh cahaya putih terang. Pegangan Luke di pinggangku menegang. Ya Tuhan. Luke masih di sini. Mataku melebar dan menatap wanita yang berada di ambang pintu kamarku.
"Ibu, ini tidak seperti yang kau lihat," aku meyakinkan.
Luke terbangun di sampingku dan menyadari apa yang sedang terjadi, jadi dia cepat melepaskan pelukannya, dan melompat dari tempat tidurku.
"Nyonya Summers, saya mohon maaf atas masalah ini, tapi-" dia memulai.
"Tidak, tidak ada alasan, siapa namamu nak?" dia bertanya.
"L-L-Luke," dia tergagap.
"Baiklah, L-L-Luke, aku ingin kau keluar dari rumahku sekarang juga. Kau tidak diperkenankan untuk berada sekitar Katelynn, dan jika saya mengetahui bahwa kau telah berbicara dengannya setidaknya sekali, saya tidak akan takut untuk menelepon polisi," serunya
"Bu, itu sangat tidak masuk akal," kataku.
Dia menyuruhku diam dan cepat mengantar Luke keluar rumah. Dalam perjalanan keluar, dia meraih celananya dan mencoba untuk memakainya sambil berjalan menuruni tangga.
Ketika ibuku kembali ke atas ke kamarku, dia tampak marah.
"Apa yang harus kau katakan untuk dirimu sendiri?" dia bertanya.
"Aku-aku-aku," aku mulai.
"Aku tidak bisa mempercayaimu, kau tidak diijinkan bersama Luke itu lagi! Setiap hari, kau pergi mengunjunginya, dan kau tidak akan pernah pulang lagi. Aku tahu bahwa kau tidak perlu pergi ke sekolah untuk beberapa lama, tapi itu akan lebih baik jika kau belajar atau mencoba mengejar pekerjaan sekolahmu. Kau tidak bisa menyia-nyiakan waktu mu hanya untuk laki-laki, Kate, "dia mengomel.
"Lihat dimana itu membawamu," gumamku.
"Apa?" katanya melalui gigi terkatup.
"Lihatlah apa yang terjadi dengan dirimu karena kau menjauhi lelaki! Kau tidak pernah memiliki pengalaman, oleh karena itu kau tidak tahu siapa pria yang dapat dipercaya dan mana yang tidak. Itulah mengapa kau terjebak dengan suamimu yang bajingan itu!" teriakku.
"Jangan bicara tentang ayahmu seperti itu!" teriaknya.
"Memang benar, bukan? Dia selalu pergi dengan teman-temannya, dan dia tidak pernah memperhatikan mu. Kau dibiarkan untuk menjaga dirimu sendiri sementara dia mungkin keluar dengan wanita lain, tapi kau tidak akan tahu. Mengapa? Karena kau terlalu tegang! Kau tidak pernah belajar dari kesalahan masa lalu mu! Coba tebak apa? Suami mu saat ini adalah sebuah kesalahan, karena kau tidak mempunyai sesuatu untuk dipelajari," ocehku dengan marah.
Dia hanya berdiri disana terpaku dan tertegun.
"That's it. Aku lelah dengan semua ini. Keluar dari rumah ku," gumamnya.
"Apa?" Aku bertanya heran.
"Kau dengar saya, pergilah! Pergi kepada Luke-mu yang berharga itu dan lihat bagaimana dia akan mengusir mu seperti kotoran!" dia berteriak.
"Maaf, tapi-" aku memulai.
"Kau punya waktu sepuluh menit untuk keluar sebelum aku memanggil polisi untuk menangkapmu karena kau melanggar dan masuk," katanya sebelum meninggalkan kamarku.
Apa!?
Aku meraih koperku dan mulai memasukkan barang-barang di dalamnya. Pertama, aku memastikan untuk memasukkan charger ponselku untuk berjaga-jaga. Lalu, aku mulai melempar pakaian dan sepatu secara acak ke dalamnya. Aku memastikan untuk memasukkan jaket jika saya ditinggalkan sendirian di jalanan.

KAMU SEDANG MEMBACA
Amnesia ✔
Novela JuvenilAku tersesat sebelum aku menemukanmu. Kehadiranmu memberikanku alasan untuk hidup, dan aku tidak akan pernah bisa membalasmu untuk itu. Jadi, cobalah untuk membuatku tetap hidup, oke? (WARNING!!! : MENGANDUNG BAHASA KASAR DAN KONTEN GRAFIK) Started...