Chapter 5

2.4K 76 2
                                    

(A/N : Jangan mainkan lagunya sebelum aku mengatakannya)

PERINGATAN : BAHASA VULGAR / KASAR

"WHAT THE HELL?!"

Aku menjauh dari pelukan Alec dan melihat Victoria di ambang pintu.

"Oh, hey!" sapaku sambil tersenyum.

"Kau tahu, kau punya keberanian yang besar, Katelynn. Aku tahu pasti ada yang salah denganmu saat kau jalan dengan Luke dihari kau baru saja mengenalnya. Kau juga pasti tidur dengannya, huh?!" jeritnya.

Muka Victoria mulai memerah, dan aku bingung dengan apa yang sedang ia bicarakan.

"Apa ya-" aku mulai berbicara.

"Aku berbicara dengan James pagi ini. Katanya kau menemuinya di Taman dan membayarnya 250 ribu untuk tidur denganmu. Dasar kau pelacur! Sekarang, kau disini berciuman dengan salah satu sahabatku, siapa selanjutnya?! Michael? Pacarku?" jelasnya dengan mata berkaca-kaca.

"Tunggu," kataku tapi terpotong.

"Tidak, kau yang tunggu, bitch. Kau tidak seperti apa yang kau katakan. Dia juga menjelaskan bahwa dia mengikutimu saat kau keluar dari rumahnya dan menemukan sekantong penuh dengan tes kehamilan yang positif di tempat sampahnya. Jadi jangan kau katakan dirimu itu polos dan tidak bersalah, jalang. Aku tidak akan hanya duduk disini dan melihatmu menghancurkan hidup teman temanku!" jelasnya sambil berteriak. Pada saat ini, air mata sudah mengalir keras dipipinya.

Yang lainnya mendengar Victoria berteriak dan langsung bergegas ke tempat kami berdiri.

"Ada apa disini?" tanya Michael.

"Pelacur ini punya Boy toy baru." gumam Victoria.

Semuanya terlihat kebingungan.

Alec menjauh dariku sebelum berbicara, "Apakah itu benar? Benarkah kau melakukan hal-hal yang dikatakan Victoria itu?" tanyanya dengan air mata di matanya.

"Tidak tidak tidak, tentu saja tidak! Alec, percayalah padaku, kumohon." rintihku dengan air mata yang mengancam untuk mengalir.

Alec menggelengkan kepalanya lalu berlari keluar. Luke memutar bola matanya lalu mengikuti Alec. Victoria sedang menangis di dada Ian. Sisanya hanya tinggal dan menatapku dengan jijik dan kebencian di mata mereka.

"Katelynn, sepertinya kau harus pergi." bisik Michael.

"Guys, panggil saja aku Ka-"

"No Katelynn! Keluarlah dari sini dan jangan bicara dengan kami lagi!" teriak Michael.

Aku terkejut dengan semua ini dan aku mendorong mereka semua sebelum berlari keluar dari pintu. Air mata mengalir keras di pipiku aku mencoba sekeras mungkin untuk menghapusnya. Karena aku tidak punya kendaraan pulang, aku mulai berjalan. Aku tidak tahu aku berjalan kemana, tapi aku tahu aku ingin pergi ke suatu tempat, dimana saja kecuali disana.

Saat sekitar jam 09:00 malam, kakiku mulai lelah, jadi aku memutuskan untuk duduk. Aku memperhatikan sekitarku dan sadar bahwa aku duduk di pinggir jalan 'The Melodies'. Papannya bersinar terang berwarna merah dan biru, aku mencari cari dalam kantong celanaku untuk melihat apakah aku membawa kunci atau tidak.

Damn. Kunciku berada di celanaku yang lain. Lalu, aku mengingat bahwa ada pintu masuk karyawan dibelakang toko yang membutuhkan passcode. Aku berdiri lalu berlari pelan menuju belakang toko dan menemukan pintu karyawan tersebut. Kodenya adalah tahun pertama dibukanya toko ini, jadi dengan cepat aku memasukkan kode '1986' di tempat kode tersebut lalu memasuki toko melalui pintu karyawan itu.

Amnesia ✔Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang