29. Gara-gara Dompet

3.6K 423 147
                                        

Naira tertegun entah berapa lama. Ia baru bergerak lagi setelah Zaki melepas lengannya lalu mendorongnya menuju Pak Alan.

"Perhatikan baik-baik anak ini!" Kemudian suara Pak Alan bergema membuat Naira kembali ke dunia nyata. "Bagi murid kelas 10 atau 12, mungkin tak semua dari kalian mengenalinya, tapi untuk kalian para murid kelas 11 terutama jurusan Bahasa, kalian pasti tidak asing dengan dia."

"Apa? Dia anak 11 Bahasa?" Disty berkata nyaring. "Gila. Nggak nyangka di jurusan kita ada rockernya."

"Tapi pasti bukan dari kelas kita," timpal Husni. "Cewek Bahasa 3 nggak ada yang punya potensi mengguncang kayak dia. Kecuali kalau lo apa Salsa nggak di sini, mungkin baru gue curiga itu kalian. Tapi lo berdua kan nggak biasa dengerin musik rock."

"Ssttt, udah, deh. Kita dengerin Pak Alan aja. Gue penasaran, nih," tengah Salsa. Mereka pun kembali tenang.

"Jadi anak di samping saya ini namanya Naira," sebut Pak Alan. Beberapa suara bertanya-tanya. Agaknya ada beberapa anak yang bernama Naira di SMA Bendera.

"Dia Naira Kenisha, dari jurusan Bahasa. Tepatnya 11 Bahasa-3."

"APA? PRINCESS PINK?" Sontak anak-anak dari kelas itu menjerit secara bersamaan.

"P-princess Pink? Cewek pirang badas itu... Naira... Princess Pink?" Husni mengulang dengan terbata.

"Nggak mungkin, nggak mungkin," bantah Lian. "Dia Nai teman kita? Nai yang gemulai dan ngomong aja kalemnya kebangetan, berubah jadi kayak dia?" Ia menunjuk-nunjuk cewek di panggung sana.

"Ya ampun, asli gue nggak percaya!" Tomo menutup mulutnya. "Dia Princess Heha-hehe kita, guys. Pak Alan nggak mungkin bohongin kita."

"Jadi... jadi celetukan Libra selama ini bukan lelucon doang?" pekik Salsa lirih. Agaknya ia baru saja ingat akan ceplosan yang beberapa kali dilontarkan oleh Libra.

"Naira, guys. Itu Nai masa?" Disty tak kalah gegernya. Ia sampai menggoyang-goyangkan badan Lian saking geregetannya. "Pantas Nai dari tadi nggak kelihatan di mana-mana. Ternyata ya ampun."
 
"Naira Kenisha?" Edward dan Rafael di atas panggung saling berpandangan mendengar nama itu.

"Hey, bukannya itu nama cewek cute yang dibawa si loser Libra tadi, Raf?" kata Edward kemudian.

"That's not funny," sahut Rafael.

"Tapi dia memang pergi dibawa Libra," kata Edward lagi. "Sir, are you serious that her name is Naira? I mean Naira Kenisha?" Akhirnya cowok itu bertanya pada Pak Alan daripada penasaran.

"Ya," Pak Alan mengangguk. "Tampaknya banyak dari kalian yang masih belum percaya, ya?" kata beliau pada Edward, juga pada seluruh murid Bendera di bawahnya.

Banyak orang tak menyangkal. Pak Alan lalu membisikkan sesuatu pada Naira. Entah apa yang beliau bisikkan, yang jelas semua orang melihat Naira menganggukkan dagu.

Naira yang tampak gugup menunduk sebentar sebelum mengangkat muka. "Kepada teman-teman dan hadirin semua, saya minta maaf kalau kehadiran saya sudah membuat acara ini jadi kacau. Saya sungguh-sungguh minta maaf," ucapnya melalui mikropon.

"Guys, itu beneran suara Nai!" jerit Lian yang langsung dibekap Salsa.

"Seperti yang Pak Alan bilang sebelumnya, saya juga murid SMA Bendera. Saya Naira dari kelas 11 Bahasa-3," lanjut anak itu. "Di antara teman-teman sekalian pasti ada yang ingat jika sebelum Mozaik Day tampil tadi, Dylan meminta saya untuk menemui Bu Hana lewat siaran singkatnya. Jadi inilah maksudnya. Saya diminta menggantikan posisi Angela."

Princess In RockCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang