Tak Tertolong

332 22 2
                                    

Kita adalah kesukaran yang nyata,
Yang dibelenggu kegelapan, duka serta tangis dalam menghadapi permainan takdir Tuhan.

Kita seumpama waktu-waktu tak berharga,
Yang diasingkan, dilupakan serta ditiadakan adanya di muka bumi ini.

Kita ada dari kenestapaan dan ketidakmungkinan,
Dua anak manusia yang bertemu dalam gelap, merangkak menggapai-gapai mimpi serta harapan di masa yang akan datang.

Aku, sang Dara yang diselimuti penyakit atma, bertemu denganmu, Teruna yang tersesat jiwanya, hilang arah dan patah mimpi-mimpinya. Ini adalah kecelakaan takdir yang paling sempurna dan juga fatal. Karena sialnya, sang Dara ini jatuh cinta padamu.

Rupanya, Tuhan menjatuhkan hatiku padamu sejatuh-jatuhnya. Sampai-sampai, luka ini menjadi sesuatu yang mati rasa. Terlupa dengan bagaimana caranya agar membuatmu tak lagi terikat keputusasaan.

Aku menolong jiwamu di ruang hampa tanpa harapan. Ruangan yang berisi jiwa-jiwa tanpa arah yang tak dapat tertolong lagi. Aku menariknya keluar dari sana, dan berusaha agar jiwamu tak terjerumus untuk yang kedua kalinya.

Aku mengupayakan segalanya. Hingga aku sendiri sanggup melupakan kesedihan-kesedihan yang ada dalam hidupku demi kamu, demi membuat hidupmu terarah lagi.

Namun nyatanya, aku salah.

Kau pergi, kau hilang, kau lenyap.

Seperti yang sudah-sudah, kau menghempaskanku jauh ke dalam ruangan kesukaran itu. Mengikatku, lalu meninggalkanku sendirian terselimuti luka-luka yang jauh lebih parah dari sebelumnya.

Kesedihan, kesukaran serta kesakitan-kesakitan itu menahanku dalam gelap. Mencegahku agar melepaskan genggamannya yang terlalu kuat.

Hingga aku sadar, mungkin aku sudah tidak tertolong lagi.

12-12-2017

Kulminasi RasaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang