Waktu berjalan bulan berganti
Tak ada air mata, tak ada tangisan lagi
Namun masih tinggal namamu di hati
Tetap melekat, lengkara akan pergi
Ketahuilah, semesta tidak merestui
Walaupun rasa ini tetap berkulminasi
Kaupun tak akan terjamah lagi
Hanya angan-angan di alam mimpi
Sungguh, ku harapkan kau kan kembali
Karena lukaku belum sembuh sama sekali
Kehadiranmu kan membuat semua terobati
Sekaligus rindu yang menyiksa diri
Bayang senyummu terus membangkitkan delusi
Genggaman hangatmu kembali mengundang elegi
Oh sayang, mengapa rasanya sakit sekali
Melepasmu sama saja dengan bunuh diri
Namun, aku telah sadar diri
Kini semua tak sama lagi
Walaupun semakin dalam luka ini
Kau harus tetap kulepas pergi.
21-01-2017
KAMU SEDANG MEMBACA
Kulminasi Rasa
Poetry(Complete) Dan pada kesempatan sisa-sisa hujan terakhir di bulan September aku meminta, berdoa, sekiranya mampukah semesta barangkali sekali saja mendengar laungan doa-doa panjangku. Yang berisi tentang kamu, rangkaian doa yang masih memintamu untuk...
