Perutku kenyang sekali. Aku sangat menyukai menu makan siang hari ini.
Seungkwan dan aku berpisah setelah makan siang. Ia harus latihan bernyayi untuk lomba minggu depan.
Ketika aku sampai dikelas, aku bingung. Kemana gitarku pergi.
Sepertinya aku meninggalkan gitarku tepat disamping meja. Tapi menghilang.
Apa mungkin ada yang meminjamnya ya?
Aku melihat selembar kertas di atas mejaku. Di kertas itu bertuliskan "Jika kau ingin mengambil gitar kesayanganmu itu, segera pergi ke rooftop seorang diri!"
Apa-apaan ini. Siapa yang berani menuliskan hal konyol. Awas saja sampai aku bertemu dengan orang ini.
Tanpa berpikir panjang aku segera pergi ke rooftop seperti petunjuk yang tertulis pada kertas itu.
Aku membuka pintu rooftop dengan perlahan. Jika diperhatikan, tidak ada siapa-siapa di rooftop.
Tas gitarku tergeletak di pinggir rooftop. Ketika aku menyentuhnya, tas itu kosong. Tidak ada gitarku didalamnya.
"Neo! Jeon Wonwoo yeojachingu?"
Seseorang datang dari arah belakang.
"Mwo?" Aku melihat lima orang perempuan menghampiriku, salah satunya sedang memegang gitarku.
"Namamu Kim Jia, kelas 2-4. Kau adalah adik dari Mingyu dan noona Chan kelas 1-2"
"Nugu ya?"
"Yaa! Aku adalah seniormu. Sunbaenim!"
"Ah, aku baru ingat. Kau yang menyukai Seong Cheol kan, tapi Ia menolakmu karena kau terlalu agresif padanya"
"Beraninya kau!"
Kelima sekawan itu mulai mendekatiku. Jarak kami semakin dekat.
"Biar aku jelaskan. Aku, Lee Nami. Eonni dari adik kelas yang kau buat menangis karena kau telah merebut Wonwoo darinya"
Jika diperbolehkan, aku akan tertawa dengan keras hingga penjuru sekolah mendengarnya.
Wanita yang menyukai Wonwoo kemarin itu menangis karena aku. Sedalam itukah perasaannya untuk Wonwoo.
"Nami sunbaenim, itu semua tidak ada urusannya denganku. Jika Ia menyukai Wonwoo kenapa kau tidak menegur orangnya langsung?"
Aku mencoba menjelaskan padanya dan melanjutkan "Waktuku tidak banyak untuk urusan seperti ini. Jadi kembalikan gitarku dan aku akan pergi, okay!"
"Tidak segampang itu" Perasaanku mulai tidak enak.
Temannya membanting gitar tepat didepanku.
Kemudian Ia memutuskan salah satu senar gitar itu. Kedua mataku terbuka lebar.
"Yaa, Neo michyeosseo!" Tidak peduli bagaimana aku bertindak tidak sopan padanya. Tapi itu adalah barang berharga milikku.
Aku mencoba menghentikan mereka. Tapi salah satu dari komplotannya menahanku.
Kedua tanganku dipegang erat oleh mereka. Aku tidak bisa berbuat banyak.
Melihat gitarku di rusak seperti itu, aku tidak tahan lagi. Air mataku keluar begitu saja.
Tiba-tiba dua pria datang. Aku bisa melihat Mingyu Oppa yang menghampiriku.
Kedua tanganku mulai dilepas oleh wanita itu.
Mereka kaget dengan kedatangan Mingyu dan Seung Cheol. Entah darimana mereka bisa mengetahui keberadaanku.
"Jia-ya, gwaenchana?" Mingyu Oppa memelukku. Aku menangis didekapannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
PINWHEEL [Wonwoo]
Fanfiction[COMPLETE] "Kincir angin kecil termenung berdiri sendirian seolah sedang menunggu seseorang, itu aku." High Rank: #1 - Pinwheel (24-6-20) #1 - wonu (7-11-18) #1 - dino (16-12-18) #2 - wonu (5-8-18) #18 - dk (4-8-18) #32 - svt (4-8-18) #59 - friendzo...
![PINWHEEL [Wonwoo]](https://img.wattpad.com/cover/132745218-64-k365960.jpg)