"Jika ada sesuatu yang membuat hatimu bersedih, tiuplah kincir angin ini. Aku selalu melakukannya agar aku bisa merasa lebih baik."
"Teori macam apa itu?"
"Teori? Hehe.. aku yang membuat teori itu."
***
Keluar dari kamar Jia, Mingyu menuruni tangga menuju dapur melewati Hyebin dan Chan yang ada di ruang keluarga. Dengan wajah lesu Mingyu mengambil sebotol air dingin dari lemari es kemudian meminumnya.
Setelah apa yang dilakukan pada adiknya, Mingyu sadar bahwa perlakuannya sangatlah berlebihan. Ia khilaf. Perkataannya pun bisa saja menyakiti Jia yang hatinya sangat sensitif menerima ucapan orang lain.
Setiap orang melakukan sesuatu pastinya memiliki alasan. Sama seperti Mingyu. Meski terkadang sikapnya jahil dan cuek tapi jika sudah menyangkut masalah tentang adiknya, Mingyu langsung sigap bertindak apapun yang terjadi.
Hyebin melihat Mingyu yang tengah bersandar ditembok dengan tatapan memandangi lantai-kosong. Sudah jelas Hyebin tahu perasaan Mingyu sekarang ini. "Ada apa?" tanyanya lembut mengelus pundak Mingyu.
"Sepertinya aku sudah berlebihan."
Hyebin tersenyum. "Jika kau merasa seperti itu, kenapa kau melakukannya?"
Pertanyaan Hyebin membuat Mingyu terdiam. Meski Hyebin sebelumnya tidak mengetahui permasalahan diantara kedua anaknya, tapi Hyebin sudah tahu penyebab Mingyu marah pada Jia kalau bukan karena laki-laki. Karena Mingyu selalu seperti itu.
Mingyu menatap Hyebin. "Aku hanya tidak ingin Jia jatuh cinta pada orang yang salah, lagi."
"Apa ini salah satu alasan yang membenanimu untuk pergi lebih dulu ke Amerika?"
Mingyu mengangguk. Hyebin tersenyum tipis. "Aku rasa, aku tidak ingin berkomentar tentang masalah kalian. Eomma yakin kau bisa menanginya sendiri. Kau sudah dewasa. Cobalah bicarakan baik-baik dengan Jia. Pasti dia akan memahaminya."
Mingyu kembali mengangguk-paham. "Aigoo.. Anak pertamaku tinggi sekali," lanjutnya mencoba mengelus kepala Mingyu berjinjit agar sampai.
"Haruskah aku mengambil tangga untuk Eomma?" canda Mingyu mengejek Hyebin.
"Yaa!"
Di lain sisi Chan yang duduk menghadap ke arah dapur memperhatikan Hyung dan Eomma nya tersenyum kecil.
"Tanyeowasso!" suara seseorang terdengar memasuki rumah.
"Appa!" Chan bersemangat berlari menghampiri Jisoo yang baru pulang. "Eo, Chan-ah bawa ini" perintah Jisoo memberikan 3 kotak pizza.
"Uwah, pizza!"
Mendengar suara Jisoo, Hyebin dan Mingyu pergi menemui Jisoo. "Kau pulang cepat," Hyebin tersenyum melihat suaminya.
Jisoo mendekati Hyebin mencium keningnya. Hyebin melingkarkan kedua tangannya pada pinggang Jisoo keduanya tersenyum-bertatapan. Setelah itu keduanya menuju ruang makan.
Tidak lama seseorang datang, "Kalian melupakan chicken dan cola disini!" seru Jeonghan menyusul.
"Samchon?"
"Annyeong Mingyu-ya.. Chan-ah.."
Semua orang duduk di meja makan. Hyebin menyiapkan gelas untuk cola.
KAMU SEDANG MEMBACA
PINWHEEL [Wonwoo]
Fanfiction[COMPLETE] "Kincir angin kecil termenung berdiri sendirian seolah sedang menunggu seseorang, itu aku." High Rank: #1 - Pinwheel (24-6-20) #1 - wonu (7-11-18) #1 - dino (16-12-18) #2 - wonu (5-8-18) #18 - dk (4-8-18) #32 - svt (4-8-18) #59 - friendzo...
![PINWHEEL [Wonwoo]](https://img.wattpad.com/cover/132745218-64-k365960.jpg)