Wonwoo POV
"Joahaeyo!"
"Nde?"
"Joahaeyo, Jeon Wonwoo Sunbaenim"
Kaget. Seperti itulah reaksiku saat ini. Bagaimana bisa wanita yang berdiri tepat didepanku ini menyatakan cinta secara tiba-tiba.
"Mian." Aku segera pergi meninggalkan wanita itu.
Lagipula jika aku meladeninya, pasti dia akan meminta yang lebih.
"Mwo?"
Sepertinya dia kaget dengan ucapanku.
Iya melanjutkan "Sunbae! Kenapa kau melakukan ini padaku, padahal kau belum punya pacar kan?"
Benar. Aku memang belum punya pacar.
"Yaa, aku bertindak seperti ini karena aku sudah punya pacar"
"Baiklah jika benar. Tunjukan padaku siapa wanita yang menjadi pacarmu itu!"
Apa yang barusan aku katakan adalah tindakan bodoh. Jika Seok Min yang aku jadikan pacar, sudah pasti dia tidak akan percaya.
Bagaimana ini, apa yang harus aku lakukan?
***
Mataku memperhatikan murid perempuan yang lewat di sekitar koridor sekolah. Mengapa tidak ada yang sesuai.
Ah, aku ada ide "Yaa, ttarawa!".
Aku mengajaknya menuju kelas, tempat dimana aku bisa menemukan seseorang untuk dijadikan pacar pura-pura.
Setelah sampai dikelas aku mencari seseorang. Ternyata target ada di tempat. "Kim Jia!" Segera aku menghampiri Jia yang sedang bermain gitar di tempat duduknya.
Dengan terpaksa aku merangkulnya dengan lembut.
"Yaa! Jeon Wonwoo, singkirkan tanganmu itu!" Jia menghempaskan rangkulanku.
"Jia-ya, nanti sepulang sekolah kita jadi pergi ke cafe kan?"
Wanita itu masih memperhatikanku untuk memastikan kebenaran bahwa aku memiliki pacar.
"Cafe? Kau ini bicara apa sih!"
"Jia, tolong pura-puralah menjadi pacarku. Wanita itu mengikutiku terus" aku berbisik menjelaskan pada Jia, agar wanita itu tidak mendengarnya.
"Naega wae?"
"Nanti akan aku belikan kau dua box ice cream."
Senyuman licik terurai dari wajahnya. Ketika sudah mendengar kata ice cream sudah pasti Jia tidak akan menyiakannya.
"Wonwoo-a terima kasih atas bunga yang kau berikan semalam. Noemu joa" Jia memulai aktingnya dengan memelukku.
"Eo, nanti akan aku belikan lagi" aku tersenyum manis kepadanya dengan terpaksa.
"Kaja, kita ke kantin untuk makan siang" Jia menggenggam tanganku..
Kami melewati wanita yang mengejarku tadi, dengan raut wajah yang kecewa Ia segera pergi.
Jarak kami sudah lumayan jauh dari kelas. Bahkan Jia masih menggandeng tanganku.
Kami berhenti di ruang olahraga. Ia menghempaskan genggamannya dariku.
"Lainkali aku tidak mau seperti ini lagi!"
"Joesonghaeyo, aku akan membawakan ice creamnya besok" Aku menundukkan badan 90° untuk meminta maaf padanya.
"Jeongmal? Okay aku akan ke rumahmu besok"
"Andwae! Aku saja yang ke rumahmu"
"Geurae"
***
Siang ini aku membawakan dua box ice cream untuk Jia. Seperti janjiku kemarin, aku meneraktirnya ice cream.
Chan membukakan pintu untukku "Masuklah hyung, yang lain sudah menunggu di atas"
Yang lain? Aku berpikir apa yang dimaksud Chan barusan.
"Ne, ini aku membawakan ice cream untukmu"
"Gomawo hyung"
Aku beranjak menuju kamar Jia. Mungkin dia sudah menungguku dari tadi.
Suara ribut mulai terdengar dari kamar Jia.
Tok..tok..tok..
Seseorang muncul dari balik pintu kamar Jia. "Yaa, Jeon Wonwoo lama sekali kau datangnya!"
Orang itu adalah Seungkwan. Apa yang dia lakukan disini?
Pintu kamar mulai terbuka lebar. Aku bisa melihat Seok Min yang sedang berbaring dikasur Jia.
"Kenapa kalian berdua ada disini?"
"Aku yang mengajaknya" dengan santai Jia menjawab pertanyaan yang aku lontarkan kepada Seok Min dan Seungkwan.
"Uwa ice cream" Seungkwan mengambil kotak ice cream yang aku bawa untuk Jia.
"Kita kan sudah lama tidak kumpul berempat, lagipula kenapa kau hanya meneraktir Jia?"
Aku hanya bisa terdiam melihat dua pengganggu ada disini.
"Yaa, kenapa kau tidak bilang padaku kalau kau sudah jadian dengan Jia?"
Seok Min menegurku yang sedang melamun. "Kau tau dari mana?"
Seungkwan menjelaskan "Beritanya sudah menyebar ke seluruh penjuru sekolah"
"Mworago? Yaa, aku tidak ingin jadi incaran fans fans wanitamu itu ya" Jia menunjukku dengan sendok ice cream yang di pegangnya.
"Aku dan Jia hanya berpura-pura, untuk menghindari mereka".
"Begitu ya, tapi kalaupun sungguhan akan lebih bagus bukan?"
"Yaa Seok Min-a, itu tidak akan pernah terjadi!" Jia menjawabnya dengan jujur.
Aku bukanlah pria idaman Jia.
Wonwoo POV end.
~~~
YEAY UPDATE!
Maaf atas keterlambatannya, aku lagi sibuk banget nih.
Next update, ditunggu ya.
Komen dan vote sangat dibutuhkan;)
KAMU SEDANG MEMBACA
PINWHEEL [Wonwoo]
Fanfic[COMPLETE] "Kincir angin kecil termenung berdiri sendirian seolah sedang menunggu seseorang, itu aku." High Rank: #1 - Pinwheel (24-6-20) #1 - wonu (7-11-18) #1 - dino (16-12-18) #2 - wonu (5-8-18) #18 - dk (4-8-18) #32 - svt (4-8-18) #59 - friendzo...
![PINWHEEL [Wonwoo]](https://img.wattpad.com/cover/132745218-64-k365960.jpg)