15 - Too Hard to Say

1.6K 205 6
                                        

The reason for my existence is you
I wanna make you smile like the spring
Wherever we are, whatever we're doing
We know it's not important
We're just pulled by each other's eyes

-Highlight by SEVENTEEN

***

"Wonwoo-ya.."

"Wonwoo-ya.."

Bisikan dari Seungkwan tidak dapat menyadarkan Wonwoo yang dari tadi memangku wajahnya diatas tangan kirinya itu.

"Eish.. Yaa, Jeon Wonwoo-"

Takk..

Bunyi benturan keras dari tongkat kayu yang sengaja dipukulkan ke meja Wonwoo membuat semua murid tersentak dan memandangi Wonwoo. Wonwoo mengangkat wajahnya terkejut dan mendapati Lee sonsaengnim sudah berada disamping mejanya.

Sejak pagi Wonwoo nampak tidak fokus dengan pelajaran. Lee sonsaengnim menegur Wonwoo dari depan, namun tidak ada respon sama sekali darinya.

"Jeon Wonwoo, kenapa kau tidak memperhatikan pelajaran saya?" tanya Lee sonsaengnim sambil menghentakan tongkatnya diatas meja Wonwoo.

"Joesonghamnida ssaem," ucap Wonwoo menggigit bawah bibirnya.

"Apa kau sedang tidak enak badan? Kau tidak biasanya seperti ini,"

"Tidak ssaem, saya baik-baik saja" balas Wonwoo pelan.

"Yasudah kalau begitu" Lee sonsaengnim jalan kembali ke depan untuk menjelaskan pelajaran.

Tiba-tiba Wonwoo berdiri dari bangkunya, "Ssaem, boleh saya pergi ke ruang kesehatan?"

Lee sonsaengnim membalikan badan melihat Wonwoo, "Eo, geurae" ucap Lee sonsaengnim mengizinkan.

Wonwoo menunduk pada Lee sonsaengnim lalu pergi meninggalkan kelas menuju ruang kesehatan.

Perlahan Wonwoo menyusuri koridor kelas menuju lantai 3. Kedua tangannya Ia masukkan kedalam saku celana. Dan matanya memandang lurus ke depan.

Alasan Wonwoo untuk pergi ke ruang kesehatan adalah karena dirinya ingin tidur. Jika Wonwoo tidak mood dalam belajar pasti Ia memilih ruang kesehatan.

Kira-kira 100 meter lagi Wonwoo akan sampai. Sebelum masuk ruang kesehatan Wonwoo melirik kanan dan kiri, memastikan agar tidak ada murid yang melihatnya masuk kesana. Hanya untuk memastikan tidak ada yang menggangunya.

Wonwoo meraih gagang pintu lalu bersiap untuk menggesernya. "Mwo haseyo?" Namun Wonwoo mendengar suara seseorang dari belakang.

Wonwoo menghentikan kegiatannya dan menoleh ke belakang, "Dugu-" Seketika Wonwoo membulatkan matanya dan mundur ke belakang menabrak pintu ruang kesehatan.

"Neo.." Tunjuk Wonwoo pada orang itu sambil berusaha menelan salivanya dengan susah payah.

"Kenapa kau bisa ada disini?" tanya Wonwoo yang masih terkejut.

"Ck.. Harusnya aku yang bertanya kenapa kau ada disini? Bukankah harusnya kau ada di kelas," ucap seseorang perempuan dengan rambut panjang kecoklatan.

Seragam yang dikenakan perempuan itu berbeda. Seragam siswi Seoul School of Music & Theatre yaitu blazer berwarna biru tua dan rok tartan berwarna cream. Sedangkan untuk siswa blazer dan celana berwarna abu-abu.

Lain dengan perempuan itu, Ia mengenakan seragam dengan blazer berwarna cream dan rok biru tua dengan list kotak-kotak coklat-biru.

"Ah, kau pasti mau bolos seperti biasanya kan dengan tidur di ruang kesehatan" lanjut perempuan itu.

PINWHEEL [Wonwoo]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang