Are you saying to come or to go, that waving hand
What could it mean
Tell me about it
-My I by SEVENTEEN
***
Pagi ini Wonwoo sedang menonton tv di ruang keluarga. Sambil menyenderkan tubuhnya di sofa dan menyelonjorkan kakinya, Wonwoo sangat menikmati tontonan dari tv tersebut.
Sesekali Wonwoo mengutak-atik remot seraya mengganti channel tv untuk mendapat tontonan yang bagus. Wonwoo memangku semangkuk cereal dengan susu putih kesukaannya.
Wonwoo melepaskan remot yang dipegangnya ketika sudah menemukan channel yang bagus. Channel tersebut sedang memutarkan film kartun pagi hari.
Danbi yang berada di dapur nampak tertawa kecil melihat anak bungsunya menonton film kartun. Ruang keluarga di rumah Wonwoo berdekatan dengan dapur, sehingga dapat dengan mudah bagi Danbi melihat apa yang sedang di tonton oleh anaknya.
Wonwoo bangun dari duduk santainya dan pergi ke dapur untuk menaruh mangkuk cereal yang telah habis. Tepat disamping Wonwoo, Danbi sedang memanggang hotteok dalam wajan.
Wonwoo memeluk Danbi dari belakang dan menaruh dagunya dipundak Danbi, "Eo ada apa dengan anakku ini?" ucap Danbi sambil melirik anaknya.
"Aku mau itu," tunjuk Wonwoo pada hotteok yang ada dipiring. Danbi tersenyum kemudian mengambil hotteok itu dan menyuapkannya pada Wonwoo.
"masshiseoyo" ucap Wonwoo sedikit tidak jelas karena sedang mengunyak hotteok yang masih sedikit panas.
"Jinca? Kalau begitu berikan ini pada Appa di ruang kerjanya." Danbi menyodorkan piring berisikan hotteok untuk Jeonghan. Wonwoo melepaskan pelukannya dan mengambil piring tersebut.
Segera Wonwoo menuju ruang kerja Jeonghan yang berada didekat tangga. Pintu ruang kerja sudah sedikit terbuka, Wonwoo membukanya lebih lebar dan masuk kedalam.
Jeonghan yang sedang duduk menoleh melihat Wonwoo, "Eo, Wonwoo-ya." Wonwoo menutup rapat pintu ruang kerja Jeonghan.
Wonwoo menaruh piring tersebut di atas meja kerja Jeonghan, lalu Wonwoo duduk di kursi yang berada di depan meja Jeonghan. "Uwah hotteok" sahut Jeonghan gembira.
Jeonghan mengambil hotteok dan memakannya. Wonwoo yang berada didepan Jeonghan juga masih memegang hotteok yang tadi diberikan oleh Danbi.
"Kau tidak ke rumah sakit?" tanya Jeonghan lalu menggigit hotteok. "Nanti sore," jawab Wonwoo santai.
Suapan terakhir dari hotteok pertama yang diambil Jeonghan dikunyahnya kemudian Jeonghan mengambil segelas air dari samping laptopnya dan meminumnya.
"Appa," panggil Wonwoo pelan. "Wae?" tanya Jeonghan lalu menaruh gelasnya.
"Kenapa sangat sulit sekali untuk mengungkapkan perasaan pada seseorang yang kita sukai?"
Jeonghan tertawa, "Kalau menurutmu kenapa itu sulit?" tanya Jeonghan sambil menatap anaknya. Wonwoo menaikan sebelah alisnya, "Kan aku yang bertanya, kenapa Appa malah tanya balik padaku?"
Seketika raut wajah Jeonghan menjadi serius, "Coba kau pikirkan dari sudut pandangmu sendiri, kenapa hal itu sangat sulit?" Setelah melihat wajah Jeonghan seperti itu, Wonwoo berpikir sejenak.
"Eo.. Keberanian?" lirik Wonwoo pada Jeonghan yang sedang menyender pada kursi besarnya. Jeonghan memetik jari, "Maja!"
"Sebenarnya itu tidak sulit namun lebih tepatnya tidak ada keberanian untuk mengungkapkan, maka dari itu kau mengatakan bahwa itu sulit."
KAMU SEDANG MEMBACA
PINWHEEL [Wonwoo]
Fanfiction[COMPLETE] "Kincir angin kecil termenung berdiri sendirian seolah sedang menunggu seseorang, itu aku." High Rank: #1 - Pinwheel (24-6-20) #1 - wonu (7-11-18) #1 - dino (16-12-18) #2 - wonu (5-8-18) #18 - dk (4-8-18) #32 - svt (4-8-18) #59 - friendzo...
![PINWHEEL [Wonwoo]](https://img.wattpad.com/cover/132745218-64-k365960.jpg)