Ketika sesuatu dari masa lalu harus kembali untuk diingat.
Apa yang harus lakukan untuk membuat semuanya berakhir?
-Hoshi
***
Suara burung-burung yang berkicauan sudah terdengar, matahari juga sudah menampakkan diri, langit biru dengan awan putih nan indah, dan udara yang sejuk membuat pagi ini terasa lebih indah.
Banyak orang mulai keluar dari rumahnya untuk segera pergi beraktivitas. Begitupun dengan keluarga Jeon yang tengah bersiap untuk melakukan rutinitas seperti biasanya.
Mobil Jeonghan sudah siap dengan supir yang akan mengantarnya menuju kantor. Seung Cheol pun juga sudah memegang kunci motor ditangannya.
Jeonghan dan Seung Cheol keluar rumah bersamaan menuju kendaraan mereka. Tidak lupa Jeonghan mencium kening Danbi dengan lembut. Begitu juga dengan Seung Cheol yang ikut mencium pipi Danbi manis.
Supir Jeonghan sudah membukakan pintu mobil bagian penumpang untuk Jeonghan, kemudian Jeonghan segera masuk ke dalam mobil.
Mobil yang membawa Jeonghan mulai melaju pergi, diikuti oleh motor Seung Cheol dibelakangnya.
Setelah kedua pria tampannya pergi, Danbi kembali masuk ke dalam rumah.
"Apa Hyung dan Appa sudah pergi?" tanya Wonwoo yang masih menyantap makanannya di meja makan.
"Eo, cepat habiskan makanmu. Kau akan terlambat nanti" ucap Danbi merapihkan piring di meja makan dan membawanya ke tempat cucian piring.
Dengan kecepatan ekstra Wonwoo menghabiskan sarapannya. Suapan terakhir sudah masuk ke dalam mulutnya, Wonwoo berusaha menelan makanan dan meminum segelas air hingga habis.
"Eomma aku berangkat.." pamit Wonwoo sedikit berteriak sambil berlari menuju pintu rumah.
Jika biasanya Wonwoo ke sekolah menggunakan bus, kali ini Ia memutuskan untuk mau menggunakan motor sportnya itu untuk mempercepat perjalanan menuju sekolah.
Bukan karena Wonwoo malu, tapi dirinya tidak ingin menyita perhatian para siswi dengan datang ke sekolah menggunakan motor. Meski dirinya sudah populer hanya dengan menaiki bus.
Wonwoo membuka pintu rumah kemudian menutupnya dengan rapat. Ia sempat berhenti didepan pintu rumah untuk mengenakan jaket kulit berwarna hitam. Setelah selesai Wonwoo mengambil kunci motor dari saku jaketnya.
Sambil jalan menuju garasi, Wonwoo melihat waktu pada jam tangan yang melingkar di tangan kirinya, "Eish.. aku sangat terlambat" decaknya.
"Ah, Jeon Wonwoo tumben sekali kau terlambat" ucap seseorang yang membuat Wonwoo langsung beralih pandangan melihat kedepan.
Wonwoo terkejut hingga Ia sedikit melangkah ke belakang-tidak seimbang, "Yaa Kim Jia, sedang apa kau disini?"
Seseorang yang membuat Wonwoo terkejut adalah Jia. Pagi ini tiba-tiba saja Jia ada dirumah Wonwoo, tepatnya sekarang Jia sedang duduk di atas motor sport berwarna hitam milik Wonwoo.
Sambil mengunyah permen karet lalu meniupnya hingga membentuk balon, Jia turun dari motor Wonwoo dan menghampiri Wonwoo.
"Yaa, ayo kita pergi ke suatu tempat" ajak Jia memegang bahu Wonwoo.
"Untuk apa? Memangnya kau tidak sekolah?"
"Ah, aku sedang malas untuk sekolah hari ini"
Wonwoo melepaskan paksa tanga Jia dari bahunya, "Nanti Samchon dan Imo khawatir jika kau tidak pergi ke sekolah,"
KAMU SEDANG MEMBACA
PINWHEEL [Wonwoo]
Fanfiction[COMPLETE] "Kincir angin kecil termenung berdiri sendirian seolah sedang menunggu seseorang, itu aku." High Rank: #1 - Pinwheel (24-6-20) #1 - wonu (7-11-18) #1 - dino (16-12-18) #2 - wonu (5-8-18) #18 - dk (4-8-18) #32 - svt (4-8-18) #59 - friendzo...
![PINWHEEL [Wonwoo]](https://img.wattpad.com/cover/132745218-64-k365960.jpg)