Semua telah kupaparkan dengan jelas. Perjalanan rindu yang tak pernah ada habisnya, tak pernah ada ujungnya, jelas ku tuliskan dalam buku catatanku. Sudah kau baca? Ah, aku tahu kau tak akan pernah membacanya.
Persetanlah.
Sudah seharusnya aku berhenti dari kemarin. Berhenti menuliskan sesuatu yang tak pernah kau pedulikan. Berhenti menunjukan sesuatu yang tak akan pernah mau kau lihat.
Sudah.
Semuanya hampir selesai. Ku harap tak ada lagi episode-episode rindu, terutama tentangmu.
Berbahagialah.
Kulepas segala sesuatu yang berhubungan denganmu. Silahkan pergi, dan jangan pernah kembali. Ku harap kau paham.
Selamat tinggal.
Episode untuk rindu hampir selesai. Ku harap episode berikutnya tak akan menyangkut lagi dengan dirimu.

KAMU SEDANG MEMBACA
Rajutan Kalimat Rindu
ChickLitPada setiap kata yang kurangkai dalam catatan penuh kerinduan ini, entah mengapa ada banyak sekali "kamu" di dalamnya. Bagaimana aku dapat menulis sebanyak itu pun aku tak paham. Bagaimana rindu dapat hadir dalam setiap bayang-bayangmu yang semu pun...