Tidak pernah diucap bukan berarti harus dilupa. Tidak pernah menunjukkan bukan berarti hilang. Begitulah aku, dalam beberapa pekan tahun belakangan ini.
Sengaja disimpan, tapi tak pernah dipertanyakan.
Iya, semua temanku tahu aku sengaja menyimpan, bahkan menyembunyikan rinduku supaya tak ada yang melihat--supaya tak ada yang mengetahui, termasuk kamu.
Namun bagaimanapun juga ini rindu, perlu disampaikan agar yang dituju tahu. Perlu dibicarakan agar berakhir temu.
Seperti malam yang merindukan gemerlap bintang. Begitulah hidupku. Gelap, tidak bercahaya. Tapi bagaimana dengan yang dirindukan? Bintang saja kadang hilang dari pandangan lalu nalam menangis, bulan pun meringis.
Dan, apa kabar denganku? Kamu hilang dari garapan, hatiku buram tak berpenglihatan.
Rindu ini masihlah sangatlah nyata.
Tolong, kembalilah untuk pulang...

KAMU SEDANG MEMBACA
Rajutan Kalimat Rindu
ChickLitPada setiap kata yang kurangkai dalam catatan penuh kerinduan ini, entah mengapa ada banyak sekali "kamu" di dalamnya. Bagaimana aku dapat menulis sebanyak itu pun aku tak paham. Bagaimana rindu dapat hadir dalam setiap bayang-bayangmu yang semu pun...