Dekapan hangat mentari pagi, meluluh-lantakkan hati kecilku.
Sorot cahaya teduhnya menerpa lembut wajahku.
Hari yang lalu kubiarkan berlalu.
Hari yang akan datang kusambut dengan dekapan.
Rindu...
Barangkali kita bukan lagi pemilik sejati,
Tatkala cinta yang dimimpikan bersama, kini bukan lagi yang paling diharapkan.
Cinta...
Barangkali kita hanyalah sepenggalan kalimat tanpa makna,
Tatkala hati memilih, namun bukan dirinya yang ingin kembali.
Banyak sekali kisah klasik serupa rindu namun tak benar-benar merindu. Serupa cinta namun bukan benar-benar cinta.
Hari ini dan setelah nya, biarkan aku melaju dengan kecepatan rendah; agar tak terlalu jauh kakimu melangkah ketika hendak mengejarku kembali. Agar, tak terlalu jauh ketika aku hendak berbalik arah lagi.
Sia-sia bukan?
Ah, baik lah. Kutarik kalimatku tadi.
Jadi, biarkan aku melaju tanpa henti. Menunggumu untuk mengejarpun rasanya tak ada arti. Lebih baik aku yang pergi.
Sampai jumpa lagi rindu...
Ku harap pada suatu waktu yang baik, aku dapat menemukan yang benar-benar sejati.

KAMU SEDANG MEMBACA
Rajutan Kalimat Rindu
Chick-LitPada setiap kata yang kurangkai dalam catatan penuh kerinduan ini, entah mengapa ada banyak sekali "kamu" di dalamnya. Bagaimana aku dapat menulis sebanyak itu pun aku tak paham. Bagaimana rindu dapat hadir dalam setiap bayang-bayangmu yang semu pun...