19 - He is....

7.4K 590 21
                                        

It's better to live with a bitter hurtfull truth than a sweet comforting lie

***

Pagi ini, aku bangun dengan perasaan yang membuncah bahagia. Mengingat semalam membuat senyum terus bertengger di bibir ini. Aku sedang mencoba membuka hati untuk cinta yang lain. Aku sedang memandangi langit-langit kamar ketika bunyi ponsel menandakan ada pesan masuk berbunyi. Reflek aku mengecek ponsel dan tersenyum ketika melihat sang pengirim pesan adalah Bintang.

Bintang tidak membalas pesan terakhirku, namun dering ponsel membuatku kembali tersenyum ketika menampilkan nama Bintang sebagai caller id

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Bintang tidak membalas pesan terakhirku, namun dering ponsel membuatku kembali tersenyum ketika menampilkan nama Bintang sebagai caller id.

"Hai, Bi."

"Assalamualaikum dong Nau." Aku reflek nyengir mendengar jawaban Bintang.

"Ehehe, iya. Walaikumsalam Bi."

"Pagi ini ada acara kemana? Aku samperin ke sana ya?"

"Euumm ... aku udah janji mau ke rumah sakit. Maaf."

"Oooh yaudah, nggak apa Nau. Kita sarapan bareng aja gimana?"

"Boleh, aku siap-siap dulu kalo gitu. Tunggu di lobi aja ya Bi. Bye. Assalamualaikum."

"Walaikumsalam."

Setelah selesai menerima telepon dari Bintang, aku pun beranjak untuk mandi. Tidak butuh waktu lama untuku bersiap-siap, aku juga sudah membereskan semua barang-barangku. Sehingga setelah sarapan nanti aku bisa langsung ke rumah sakit dengan membawa semua barang bawaan.

"Hai Bi." sapaku ketika sudah sampai di lobi dan menemukan Bintang yang sudah menunggu. Bintang yang sedang sibuk dengan ponselnya sehingga tidak menyadari kehadiranku pun menoleh. Senyum terbit diwajahnya.

"Hai Nau." Bintang reflek berdiri dan memperhatikan penampilanku.Membuatku sedikit merasa risih. Aku sudah hendak protes ketika sebuh suara menginterupsi kami.

 Aku sudah hendak protes ketika sebuh suara menginterupsi kami

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

(Anggap ini Naura lagi di lobi hotel ya)

"Chyn!" Aldric terlihat berlari kecil menghampiriku. "Hai Mas Bintang." sapa Aldric ketika menyadari ada Bintang di sampingku. Seringai menggoda terlihat dari wajah Aldric. Membuatku reflek  memelototkan mata memandang Aldric tajam.

Love You, Latte! (COMPLETED)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang