If you truly love someone,
the only thing you want for them
Is to be happy,
Even if it's not with you
🎵 Shawn Mendes - Mercy
* * *
"Tell me what happen, Ra!" Naura masih terdiam meski Aldric sedang menatapnya tajam penuh intimidasi. Saat ini mereka berada di coffe shop tak jauh dari kantor Aldric.
"Ra!"
"Nothing."
"You can't lie to me, Ra! You look ..., miserable." Tatapan mata Aldric melembut menatap sendu ke arah Naura. Setelah keluar dari rumah sakit, Naura malah harus bertemu Aldric yang entah datang darimana dan menemukannya dalam keadaan kacau. Naura mengembuskan napas pelan.
"Takdir sedang mempermainkanku, Al. Mungkin juga sedang menertawakanku." Naura menatap lekat Aldric yang kini satu alisnya menukik tajam memintanya menjelaskan lebih.
"Ingat cerita gue tentang Bintang yang bertemu kembali dengan wanita yang dia cintai?" Aldric mengangguk menjawab pertanyaan Naura. "Wanita itu adalah Rana," ucap Naura lirih namun menimbulkan efek besar kepada Aldric karena kini netranya membola.
"WHAT?!!"
"Tau apa yang lebih kebetulan lagi? Bintang adalah Kakak kandung Dyandra, istri Rava." Wajah terkejut Aldric kali ini justru membuat Naura mengulum senyum. Sungguh netranya yang membola serta mulutnya yang terbuka sedikit dengan raut wajah bingung sekaligus kaget sangatlah lucu. Membuat Naura terlupa sejenak akan masalahnya.
"What the...,"
"Watch your mouth, Al," potong Naura cepat, "i'm not finish yet."
Aldric kembali diam dan memfokuskan diri pada Naura. Naura pun menceritakan semua yang terjadi padanya beberapa hari ini. Sungguh Naura membutuhkan "tempat sampah" untuk segala gundahnya. Dan tidak ada tempat yang tepat selain Aldric.
"Kehadiran Rana, fakta baru yang terungkap serta kenyataan bahwa kita menyembunyikan keberadaan Kak Haviz membuat gue dan Bintang terlibat pertengkaran. Hubungan kami makin buruk. Dan gue menyadari satu hal, Rana masih menjadi prioritas utama Bintang. Dan gue nggak akan bisa bersaing dengan Rana, Al. She's a lovable person."
Aldric terdiam. Perasaannya berkecamuk. Ada kemarahan yang memuncak karena perlakuan Bintang kepada Naura. Namun di satu sisi, semua hal tentang Kirana tidak pernah menjadi hal yang mudah baginya.
"Lepasin Bintang, Ra. Jangan pernah berusaha menahan lelaki yang tidak ingin memperjuangkanmu. It's better to be loved than to love someone." Ucapan Aldric tepat menyentil sudut hati Naura. Apa memang ini saatnya aku untuk berhenti? Tentu saja, Bintang bahkan tak lagi perduli padaku, batin Naura.
"Kenapa gue nggak cinta sama lo aja sih Al. Semua bakal lebih mudah," ucap Naura entah mendapat ide darimana. Aldric sempat membelalakkan matanya mendengar ucapan Naura yang ngawur tersebut namun kemudian ia menganggukkan kepalanya.
"Boleh juga tuh! Tapi gue nggak yakin bokap nyokap lo bakal setuju lo sama gue, Ra."
Keduanya reflek tertawa bersama. Hanya sesederhana itu dan keduanya bisa saling menguatkan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Love You, Latte! (COMPLETED)
RomanceDan Latte buatanmu mampu mengalihkan duniaku yang kelam ~Naura Chyntia Armilda Bhaskara *** Sekuelnya Hold My Hand. Lebih berpusat kepada cerita tentang Chyntia. Cerita udah tamat dan dipublish dari Desember 2017 - Juni 2018. Dan sekarang dalam pro...
