Dan Latte buatanmu mampu mengalihkan duniaku yang kelam ~Naura Chyntia Armilda Bhaskara
***
Sekuelnya Hold My Hand. Lebih berpusat kepada cerita tentang Chyntia.
Cerita udah tamat dan dipublish dari Desember 2017 - Juni 2018.
Dan sekarang dalam pro...
If you love two people at the same time, Choose the second, Becauce if you really love the first one, You wouldn't have fallen for the second ~Johny Depp~
🎵 Clay Walker - Holding her and Loving You
***
Earlier On RSCM
Sandra dan Dante sudah sampai di IGD RSCM Kencana sesuai arahan Naura. Dan benar saja sampai di sana Dion sudah menunggu kehadiran mereka. Dante dibantu oleh beberapa perawat segera memindahkan Aldric ke brangkar milik RS.
Dion terlalu sibuk mengintruksi dan bersiap mengecek pasien sehingga tidak sadar bahwa di dekatnya berada ada Bintang dan Kirana yang baru saja dari kantin rumah sakit ini dan memang sengaja mampir ke IGD untuk membawakan pesanan Dion.
Kirana mengerutkan keningnya melihat pasien yang sedang berada di brangkar. Bintang pun ikut mengalihkan pandangan ke arah brangkar tersebut. Bintang mengenali Sandra dan juga pasien di brangkar tersebut.
"Loh itu kan Aldric," ucap Bintang sambil menaikkan satu alisnya. Kirana segera menoleh kaget kepada Bintang.
"Mas Bi kenal Kak Aldric?" tanya Kirana dengan raut kaget. Bintang mengangguk. Mereka saling menatap satu sama lain sejenak sebelum akhirnya mendekati brangkar tersebut.
Brangkar tersebut sudah memasuki ruang pemeriksaan di IGD. Sedang Sandra dan Dante terlihat berdiri menunggu tak jauh dari bilik pemeriksaan. Bintang yang mengenali Sandra pun segera mendekatinya.
"Sandra, itu tadi Aldric kan ya?" sapa Bintang kepada Sandra. Sandra tentu kaget melihat Bintang ada di sini dengan mengenakan jas dokter. Keningnya pun berkerut.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Eh Mas Bintang? Masnya kok... kenapa pakai jas dokter?" Bukannya menjawab Sandra justru mempertanyakan hal yang membuat dia penasaran. Jari telunjuknya menunjuk rumah sakit dan jas Bintang secara bergantian.
"Untuk itu kamu bisa tanya ke Naura. Itu tadi bener Aldric?" tanya Bintang sekali lagi.
"Eh iya sorry, bener, Mas Bintang. Itu Pak Aldric. Dia tiba-tiba pingsan dan kondisinya lemah begitu. Kita panik jadi langsung kita bawa ke IGD." Setelah mendengar jawaban Sandra, Kirana terlihat berlari menuju bilik pemeriksaan Aldric. Bintang hendak mencegah namun ia urungkan.
"Naura sudah tahu?" tanya Bintang lagi kepada Sandra.
"Udah, justru dia yang nyuruh saya bawa Pak Aldric ke sini." Ucapan Sandra tadi belom sempat ditanggapi oleh Bintang. Ponsel Bintang tiba-tiba berbunyi dan itu telepon dari salah satu suster rawat. Mengabarkan bahwa salah satu pasien ingin ditemui oleh Bintang. Bintang menghela napas kecewa. Seharusnya ia bisa menunggu di sini untuk menemui Naura yang menghindarinya beberapa hari ini. Tetapi panggilan tadi memumuskan rencananya.