Bagian 24

1.7K 140 14
                                    

Ve Pov

Malam ini Andre ngajak buat dinner bareng. Kita pun mutusin buat makan di restoran jepang. Sesampainya disana kami pun memesan makan dan minum. Restoran terlihat tidak begitu rame, jadi aku bisa menikmati suasana yang kondusif ini, karena aku gak begitu suka tempat terlalu rame. Selang beberapa menit, aku seperti melihat seseorang yang selama ini menghilang begitu saja. Dia Naomi. Di depan nya duduk seorang cewek. Tak lama cewek itu seperti meminta ijin ke toilet kepada Naomi. Ku pandangi dia, benar kata Shania, dia makin terlihat sexy.

"Sexy... Astaga apa2an aku ini" batinku melihat Naomi yang masih ngutak ngutik hape nya

Dan pada akhirnya pandangan kami bertemu, terlihat dia sedikit kaget. Seakan terhipnotis, aku hanya bisa dan makin fokus ke mata indah nya. Hingga akhirnya kami tersadar mendengar suara cewek yang tadi bersama nya.
Beberapa kali mata kami bertemu, aku bingung yang ternyata dia juga curi2 pandang ke arah ku. Namun tidak berlangsung lama. Karena ku lihat ekspresi Naomi tiba2 berubah, dan setelahnya dia terlihat fokus ke makanannya.

Aku masih memperhatikan nya, bahkan sudah tidak fokus dengan omongan Andre. Aku hanya menjawab sekenanya kata2 Andre.
Naomi terlihat sangat fokus makan, sambil sesekali dia senyum dan cemberut ke cewek yang bersamanya. Ku lihat cewek itu ngeberantakalin pucuk rambut Naomi, dia langsung cemberut lucu. Lalu Naomi pun membalasnya dengan menarik hidung cewek itu dengan gemas. Ntah kenapa melihat hal itu rasanya mood ku mendadak hilang.

"Hahhh sok manja banget sich" gumamku sambil pukul2in sendok ke piring

"Kenapa sayang?" suara Andre mengagetkan ku

"Gpp Ndre" aku pun memasang senyum agar terlihat baik2 saja

"Yaudah di habisin gih makanannya" ku anggukan kepala sebagai respon ke Andre

Aku pun mengunyah makanan dengan malas, sambil sesekali melirik ke arah mereka.

Beberapa menit kemudian, mereka berdiri, sepertinya sudah selesai makannya. Ku lirik Naomi yang terlihat manja pada cewek yang bersamanya. Hanya bisa menghela napas kesal saat melihatnya. Dan yang membuat aku kaget, pas waktu mereka berjalan ke arah pintu keluar, dan itu harus melewati bangku tempat ku berada. Tatapan kami bertemu, aku berniat untuk menyapa nya, tapi lagi2 aku harus menyaksikan hal yang bikin aku kesal tiba2. Tangan cewek itu melingkar begitu saja memeluk Naomi, setelah mereka pun berjalan keluar dan taj terlihat lagi.

"Haahhhh, menyebalkan sekali" gerutuku

"Siapa yang menyebalkan sayang?"

"Eh...itu barusan aku lihat seorang customer bertindak seenaknya ke karyawan sini" Andre pun hanya ber "oh" ria dengan jawabanku

Aku dan Andre pun akhirnya pulang. Dia mengantar ku sampai rumah. Dan langsung pamit pulang ke apartemen nya. Ku bersihkan diri, lalu rebahan di kasur empuk milikku. Lagi2 ku teringat bayangan Naomi yang manja2 dengan cewek lain. Rasa nya darah berdesir panas, dan aku pun uring2an sendiri.

"Naomiiiii kamu selalu bikin aku seballllll" pekikku sambil menghentak2 kaki ke kasur

Naomi Pov

"Omi, hari ini masih libur kan?"

"Kan gue uda bilang ci, gue libur sampe 2 minggu lagi" jawab gue malas, karena ini pertanyaan sama dari ci Sendy untuk yang ke sekian kali nya, dan dia hanya cekikikan 😒

"Kalo gitu anterin gue beli baju ya?"

"Lu kesini kan bawa baju ci"

"Tapi kan gue pengen shopping Mi"

"Males, gue kagak mau apartemen gue jadi gudang"

"Gue bakalan cium lu kalo kagak mau anter"

"Cium aja ci, kagak takut gue sama anceman lu" Tanpa aba2 lagi, ci Sendy langsung duduk di pangkuan gue, mengalungkan kedua tangannya di leher gue, dan menatap sambil menaik turunkan alisnya

Apa Itu CintaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang