Ve POV
"Huffttt" keluhku begitu duduk di kursi ruangan ku
Siang ini butik lebih rame dari biasanya. Aku yang awalnya hanya memperhatikan dari dalam ruangan ku, akhirnya harus ikut turun tangan, membantu Naomi dan seorang karyawan ku. Mereka tampak kewalahan.
Meskipun baru, Naomi terlihat cekatan dalam menangani customer. Dia rupanya belajar dengan cepat. Tampak senyumnya terus mengembang ketika melayani customer.
"Hay Ve" sapa Shania mengagetkanku
"Kamu, ngagetin aja" dia hanya terkekeh melihat reaksiku
"Kamu ngelamun aja, hayooo ngelamunin apaaa" goda nya
"Isshhh...kamu kapan datang, kok tau2 uda disini?" tanyaku
"Beberapa menit yang lalu" jawabnya "Gue juga dari tadi ngetok pintu kamu, tapi gak ada jawaban, yaudah masuk aja, gak tau nya bidadari lagi ngelamun" lanjut nya
"Apaan bidadari" gerutuku menanggapi ucapan Shania yang tidak biasanya
"Iyaaa, tuh tadi si Naomi yang bilang" belum sempat ku mengerti maksud nya Shania uda melanjutkan bicara "Tadi dia lucu lho waktu keceplosan manggil bidadari" dia pun terkekeh dengan ucapannya sendiri
Tok tok tokkkk
Suara ketukan pintu langsung mengalihkan pandanganku dan Shania. Dia pun menghentikan tawa nya. Terlihat Naomi yang berdiri depan pintu. Jangan tanya kenapa aku bisa tau kegiatan yang ada diluar ruanganku. Itu karena sengaja di desain agar kaca terlihat dari dalam, tapi yang dari luar gak bisa lihat ke dalam.
"Masuk" ucapku, dan terbuka lah pintu ruang kerjaku.
"Ada apa Mi?" tanya Shania pada Naomi
"Uhmm,, anu kak, mau pamit pulang dulu" jawab nya
"Lho, kan masih jam 4" potong ku, Naomi hanya diam
"Oya Ve, aku lupa mau bilang, Naomi ini jam magang disini sampai jam 4. Dia masuk dari jam 8 pagi" jelas Shania, aku pun merespon nya deng manggut2in kepala
"Yaudah Mi, pulang aja dulu" ucap Shania lagi pada Naomi
"I..iya kak, makasih, permisi dulu" pamit Naomi lalu pergi
Kulihat dia berpamitan juga pada satu karyawan ku. Lalu berjalan keluar butik. Hingga tak terlihat lagi oleh ku.
"Oya Ve, sorry ya, tadi siang aku lupa ngabarin kalo gak bisa beliin makan siang buat kamu" perkataan Shania membuat ku langsung menoleh ke arahnya
"Maksudnya Shan?" aku pun memastikan ucapannya kembali
"Yaaa, tadi aku keburu buru, trus ada meeting nya gak selesai2 jadi aku sampai lupa sama pesenan kamu" jelasnya
"Lho, bukan nya kamu beliin ini buat aku?" ku lihatin kotak bekal yang ku ambil dari meja kasir tadi
"Eh..." dia tampak kaget
"Kamu dapat itu dari mana?" selidiknya padaku sambil mengangkat satu alisnya
Aku pun menceritakan kejadian tadi siang dimana ku bisa dapatin kotak bekal itu.
"Lalu Naomi gak bilang apa2 ?"
"Gak, dia cuma senyum pas aku bilang makasih."
"Kamu tau gak Ve, kotak bekal itu punya siapa?" ku gelengkan kepala menjawab pertanyaan Shania
"Itu bekalnya Naomi" jawaban Shania sontak membuatku tak bisa berkata apa2
"Serius kamu Shan?" Shania mengnggukan kepala dengan cepat

KAMU SEDANG MEMBACA
Apa Itu Cinta
General FictionCinta? Ntahlah.. Apa aku harus percaya akan cinta.. Bukan kah cinta itu hanya sebuah kalimat yang ada dalam ftv sinetron atau novel roman saja?