Author Pov
Seperti biasa, Ve ke butik siang hari, sejam sebelum makan siang. Di sambutlah dia dengan Shania. Sedangkan Naomi, terlihat fokus dengan deretan baju, sama sekali tak melihat kedatangan Ve.
"Kenapa dia?" batin Ve
Tanpa berniat untuk menegur Naomi, Ve terus berjalan ke ruangannya. Dari sana dia dapat memperhatikan Naomi dengan seksama. Naomi tampak beda tak seperti biasanya. Lebih pendiam. Melayani customer pun tidak ceria, serasa ada hal yang di pikirkan. Saat makan siang pun, dia memilih makan diluar butik. Benar2 aneh.
Tak terasa sore pun tiba, jam pulang Naomi. Terlihat dia berpamitan pada Shania di meja kasir. Setelah, berdiri memandang sebentar ruangan Ve lalu pergi.
"Eh...napa dia tidak pamit juga padaku?" lagi2 batin Ve bertanya
Belum hilang kaget Ve akan Naomi, tiba2 Shania sudah ada di ruangannya, mengajaknya untuk toko roti deket sini.
"Shania, Ve" sapa seseorang
"Melody" Shania tersenyum ke seseorang yang menyapa mereka, tak lain adalah Melody, dia ada teman lama kami.
Melody pun mengajak mereka untuk ngobrol sambil menikmati roti dan secangkir mocacino. Ya toko roti ini milik Melody. Dan obrolan pun terjadi diantara ketiganya.
"Butik kalian gimana?"
"Baik kak, apalagi ada Ve yang jago ngedesain model baru" puji Shania pada Ve
"Di tambah lagi Shania yang tetep jago ngatur keuangan" mereka pun tertawa mendengar jawaban sang bidadari
Obrolan pun berlanjut, hingga Melody menyapa seseorang. Seseorang yang ternyata bersama temannya itu pun datang menghampiri mereka. Dua orang perempuan cantik.
"Lho Shani..." ucap Shania begitu mereka sudah berada bersama mereka
"Hai...kak Shania" balas cewek yang tak lain adalah Shani
"Ouhhh dia yang bernama Shani" batin Ve yang ntah mengapa merasa tak suka dengannya
"Lho, kalian udah saling kenal? Ayo duduk sini dulu" suara Melody pun mengembalikan kesadaran Ve
"Iya Mel, aku kenal mereka dari Naomi" sahut Shania di sertai anggukan kedua cewek tadi
"Lho kenal Naomi juga?" ucapan Melody pun di amini oleh Shania
"Iya, dia magang di butik, iya kan Ve?"
"Ehh...ii..iiyaaaa" jawab Ve singkat
"Berarti kamu uda kenal sama mereka ini?" tanya Melody sambil nunjuk dua cewek tadi
"Baru kenal lewat telpon doank kak" belum sempat Ve menjawab Melody, gadis yang bernama Shani bersuara, tak butuh waktu lama dia pun menceritakan kejadian telpon itu pada Melody yang di dukung oleh Shania, dan satu temennya lagi yang ternyata bernama Lidya
"Maap ya kak Ve, waktu itu kami sempet marah2 n ngomel2 gak jelas" ucap Lidya begitu cerita selesai Ve tersenyum kepadanya dan Shani
"Pantes aja kamu sampai panik gitu Shan waktu itu" Melody ikut bicara di balas cengiran oleh gadis yang bernama Shani
"Ouh ya, by the way mana Naomi kok cuma berdua?" Melody bertanya
"Biasa kak, dia mah lagi sibuk ngurus fans2nya " jawab Shani, Melody terkekeh mendengar jawaban Shani
"Masih tetep sama ya?" ucap Melody
"Masih kak, makin parah malah dia mahhhh" kali ini Lidya ikut bicara

KAMU SEDANG MEMBACA
Apa Itu Cinta
General FictionCinta? Ntahlah.. Apa aku harus percaya akan cinta.. Bukan kah cinta itu hanya sebuah kalimat yang ada dalam ftv sinetron atau novel roman saja?