Ve Pov
Aku berada di depan kamar Naomi, tak ada seorang pun disini. Kenapa mereka malah ninggalin Naomi sendiri. Aku pun merasa kesal dibuat nya. Ku hirup napas dalam, tapi tak juga menetralkan degup jantungku. Rasanya ragu saat akan membuka pintu kamar Naomi. Meskipun aku sudah mengetahui semua, namun belum membuat ku mempunyai cukup keberanian menghadapi Naomi. Apalagi saat mengingat apa yang menimpa Naomi adalah kesalahan ku. Ya walaupun tak ada yang menyalahkan ku atas semua ini.
Sekali lagi ku ambil napas dalam dan menghembuskan nya perlahan. Akhirnya dengan kekuatan yang ada, ku buka pintu kamarnya perlahan. Pandangan awal membuatku sedikit kaget, ada seorang gadis yang sedang mencium kening Naomi dengan sangat hangat. Aku tertegun dibuatnya, tak mampu beranjak dari tempat ku berdiri. Ada rasa sesak saat melihat itu.
"Kak Ve..." suara lembut menyadarkan ku kembali, ku lihat seorang gadis sudah berdiri tepat di depan ku, gadis yang mencium Naomi tadi
"Kak... Kak Ve... Kakak gpp kan?" kali ini ku jawab dengan senyum dan menggelengkan kepala
"Siapa dia?"
Dia menarik ku, membawa mendekat ke arah Naomi berbaring. Bisa ku lihat Naomi tersenyum ke arah ku. Senyum yang sangat ku rindu. Aku menatapnya sendu. Aku bahagia tapi melihat adegan cium kening tadi membuatku ada rasa tak terima.
"Gimana keadaan kamu Mi?" tanyaku mengawali pembicaraan
"Baik" dia menjawab dengan singkat diikuti senyum tipis di wajahnya yang nampak pucat, masih terlihat lemah.
"Uda bangun dari tadi?"
"Sekitar 15 menit lalu kak, ci Omi bangun2 langsung kentut keras banget, sampe kaget aku" gadis yang tadi mencium Naomi menjawab lalu terkekeh, sedangkan Naomi nampak ngomel2
"Ish... Sinkaaaaaa apaan sih" meskipun masih terdengar lemas Naomi terus ngomel
"Sinka? Siapa dia? Kenapa mereka kelihatan akrab sekali?"
"Ve..." suara Naomi membuyarkan lamunan ku
"Lu kenapa hmm" lanjutnya sambil menatapku dalam
"Dasar cici mah gak peka" aku dan Naomi langsung menoleh ke arah gadis yang sedari tadi ada di antara kami berdua
"Aku Sinka, adiknya ci Omi" dia memperkenalkan dirinya, seakan tau apa yang sedang aku pikirkan dari tadi "Pasti kak Ve ngira nya aku salah satu dari deretan gebetan ato mantan ci Omi ya" cengirnya membuat ku shock, langsung ditembak seperti itu menjadikan ku malu, karena benar ada nya, dia pun terkekeh, mungkin karena melihat ku yang sudah salah tingkah.
"Ci Omi mah jahat, masa gak pernah cerita soal aku ke calon kakak ipar" aku melotot kan mata ku tak percaya dengan yang di ucapkan Sinka, buru2 ku tundukan kepala menyembunyikan wajah yang mungkin sudah merah padam
"Kakak iparrrrr"
"Duhhhh pusing kepala Dudut, respon kalian berdua cuma diem, kaget, melotot, manyun2 sama malu2 kalo Dudut ngomong" Naomi langsung menarik mulut Sinka dengan gemas, si korban pun meronta diperlakukan seperti itu
"Kak Ve... Coba noh liat calon istri kakak..." fix kali ini aku dan Naomi barengan batuk2 mendengar ucapan calon istri dari Sinka
"Anak Panda, mending lu keluar sekarang deh, dari pada ntar lu gue kempesin pake bambu"
"Anak panda?" ku lirik Sinka mengerucutkan bibirnya, lalu terkekeh melihat ke Naomi, reflek ku juga mengalihkan pandangan ke Naomi, dan sial mata kami bertemu, astagaaa napa moment nya jadi pas gini
"Kak Ve, aku keluar dulu ya, tsunaomi uda ngamuk" dia terkekeh, sedang Naomi melotot kearahnya
"Kalo dia masih ngomel2, kakak langsung cium aja bibir nya, pasti diem, dadaahhhh kak Ve" dia mengerlingkan mata ke arah ku, lalu memanyunkan bibir nya seolah sedang mencium ke arah Naomi, setelah nya Sinka pun keluar kamar.

KAMU SEDANG MEMBACA
Apa Itu Cinta
General FictionCinta? Ntahlah.. Apa aku harus percaya akan cinta.. Bukan kah cinta itu hanya sebuah kalimat yang ada dalam ftv sinetron atau novel roman saja?