Bagian 29

1.7K 157 20
                                    

Naomi Pov

Mata gue masih melek 80%, belum juga bisa terpejam dari tadi, padahal tinggal suara detik jarum jam yang gue dengar, serta dengkuran halus milik Ve. Ya, gue rasa bidadari satu itu telah terlelap dalam tidurnya. Gue ubah posisi tubuh buat memastikan lebih lanjut. Berbalik menghadap nya, menatap punggungnya.

"Nice dream bidadari" gumam gue sangat pelan , tanpa ada niat untuk melakukan tindakan lebih, hanya memandang punggungnya

Gue ubah lagi posisi tidur menjadi terlentang. Merileks kan otot2 badan. Menarik napas lebih dalam, mencoba menetralkan detak jantung yang sedari tadi menggila. Perlahan rasa kantuk mulai menyerang. Beberapa kali gue menguap menandakan kantuk mulai datang.

Saat kesadaran tinggal 50%, gue rasakan ada pergerakan dari Ve, dia membalikan badan, dan sekarang menghadap ke gue. Seakan terkunci dengan reaksi tiba2 yang diberikan Ve, gue cuma bisa ngerjap2in mata. Tanpa mengubah posisi terlentang gue, hanya memalingkan wajah tuk melihat wajah bidadari yang sedang tertidur.

"Cantik" satu kata yang lolos begitu saja dari mulut gue

Lagu asik2 memandangi nya. Gue rasakan sesuatu berada di perut. Melirik sekilas ke bawah, lalu kembali menatap wajah Ve. Dan saat itu gue baru sadar.

"Astaaggaa dia meluk gue" pekik gue dalam hati

Belum selesai shock gue, Ve semakin mendekatkan diri ke gue, mengeratkan pelukannya. Dan sukses membuat tubuh kita rapat satu sama lain.

"Masa gue harus tidur dengan tangan keatas gini?" rancau gue

Bayangin aja, maksud hati berusaha ngehindar dari pelukan Ve, gue inisiatif naikin tangan gue yang kiri ke atas kepala. Namun, bodohnya gue, hal itu malah memudahkan Ve bebas meluk gue.

"Masa bidadari meluk sambil nyium ketek gue gini?"

Gue pun frustasi. Ve melakukan ini bener2 tak di sengaja. Karena dia masih dalam keadaan tidur pulas. Akhirnya gue punya ide, mau tak mau ngejadiin tangan kiri gue buat bantal dia. Perlahan gue angkat kepala nya, dan sukses. Sungguh buat gue deg2an, karena takut dia tiba2 kebangun, kan malu gue. Ntar dikira nya gue mau mesum ke dia.

"Tapi kalo ada kesempatan gpp kan, dikit aja, ehhh..." cekikikan lah gue dengan pikiran yang tak tau jalan

Seiring berjalannya waktu, kali ini mata gue uda kagak bisa berkompromi lagi. Tidur sambil meluk bidadari ngebuat gue merasa nyaman. Meskipun jantung gue masih aktif joget poco-poco. Dan gue rasa dalam hitungan ketiga, gue bakal langsung tidur.

1

2

3

"Tooolllooooonggggggg... A kkkk hhhhhh hhhhhhhhhh"

Sebuah teriak sukses ngebuat gue melek semelek melek nya. Gadis yang ada di sebelah gue, yang asik meluk gue pun langsung melebarkan matanya. Sekilas gue liat dia, sedikit kaget dengan posisi tidur kami. Tapi kemudian buru2 turun dari ranjang. Dia langsung keluar pintu kamar. Gue yang nyawanya uda ngumpul semua, berjalan ngikutin dia dari belakang.

Author Pov

"Ma.. Buka pintu nya maaaa" teriak Veranda panik di depan pintu kamar mama nya

"Nyonyaaa bukaaa Nyaaa pintu nyaaa" sang bibik pun ikut membantu

Kedua orang itu sama2 terbangun dari tidur lelapnya setelah mendengar teriak mama Veranda. Mereka makin panik, karena pintu tak kunjung di buka, sedangkan di dalam terdengar sang mama masih berteriak.

"Minggir" suara Naomi mengagetkan keduanya, membuat mereka seolah bertanya 'mau apa' namun mereka tetap melangkah untuk minggir

Brrruuuuaaakkkkkkk

Apa Itu CintaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang