6,1. Amortentia

1.7K 225 17
                                    

Kalau ada yang bertanya pada Scorpius siapa orang yang paling ingin dia kirim ke neraka saat ini juga, Scorpius akan menjawab dengan satu nama. Mason Walcott.

Mason Walcott adalah anak Slytherin yang satu tingkat dengannya. Sebelumnya anak itu tidak terlalu menyebalkan, tapi semenjak ayahnya naik jabatan di Kementrian, dia semakin menjadi-jadi. Semakin sombong dan semakin suka menjilat. Scorpius punya firasat kalau ayah pria itu pasti naik jabatan juga karena suka menjilat.

Itu bukan satu-satunya alasan kenapa Scorpius tak menyukai anak laki-laki itu. Alasan lain adalah karena anak laki-laki itu suka sekali cari gara-gara dengannya, James, Rose dan terlebih dengan Demian padahal mereka satu asrama. Scorpius sama sekali tidak mengerti dengan maksud anak laki-laki itu cari gara-gara dengan mereka.

Dan yang paling menyebalkan dari semua itu adalah, dia mencoba mendekati Dominique. Seperti sekarang ini. Dia sedang menggoda Dominique di meja Slytherin. Scorpius hanya bisa mengepalkan tangannya dari meja Gryffindor melihat itu.

"Dia benar-benarㅡ"

"Brengsek, aku tahu." Demian yang baru bergabung dengan mereka tiba-tiba meneruskan kata-kata James. Dia memang lebih suka makan di meja Gryffindor bersama sahabat-sahabatnya ketimbang bersama teman-teman satu asramanya sendiri. "Yang lebih parah lagi, bukan hanya sepupumu yang sedang ia coba dekati, James."

"Apa maksudmu?"

Demian melirik ke arah Scorpius sekilas. "Dia juga mencoba mendekati Slytherin Princess."

Scorpius langsung mengalihkan pandangannya dari meja Slytherin dan menoleh pada Demian dengan ekspresi gelapnya. Dia tahu yang dimaksud Demian adalah adiknya sendiri. Walaupun dia tidak mengerti siapa yang menobatkan gelar itu pada adiknya. "Kau tahu darimana?" tanyanya.

"Aku mendengar sendiri ketika dia mengajak Cassie pergi bersama ke Hogsmeade akhir pekan ini."

James buru-buru bertanya, "Cassie tidak menjawab 'iya', kan?"

"Sayangnya, si Walcott itu tahu betul cara menghadapi Cassie," jawab Demian. Sambil mengisi beberapa makanan ke dalam piringnya. "Dia langsung menjawab iya."

"Oh, sekarang kalian beralih profesi menjadi tukang gosip?" celetuk Rose, yang sudah kelewat malas membicarakan tentang anak-anak Slytherin.

James tampak tidak terima. Dia bahkan selalu ditolak saat mengajak Cassie kencan. Satu-satunya saat Cassie menerima ajakan kencannya adalah sebulan yang lalu dan itupun bukan kencan yang berhasil karena dikacaukan oleh sahabatnya sendiriㅡScorpius. Dia tidak pernah menyangka Scorpius bisa menjadi protektif pada Cassie. Padahal biasanya dia terlihat tidak terlalu peduli pada adiknya itu.

Tepat ketika Cassie beranjak dari meja Slytherin bersama ketiga temannya, Scorpius ikut beranjak. Dia langsung mendekati adiknya itu, menariknya menjauh dari teman-temannya untuk mengajaknya bicara empat mata.

"Demian bilang kau akan kencan dengan Walcott di Hogsmeade minggu ini. Apa itu benar?" tanya Scorpius, berusaha terdengar mengintimidasi.

Tapi Cassie sama sekali tak merasa terintimidasi oleh kakaknya itu. Dengan santai dia malah membalas, "Sejak kapan kau peduli?"

"Walcott seorang penjilat, bodoh. Lebih bagus kalau kau berkencan dengan James saja daripada dengan dia."

Cassie memutar bola matanya. Padahal sebelumnya Scorpius juga tidak suka dia dekat-dekat dengan James. "Dia bukan penjilat. Dia cuman ahli dalam mendapatkan hal yang dia inginkan. Itu adalah salah satu kesamaan kami."

Scorpius mendengus mendengar Cassie malah membela musuhnya itu. "Bagaimana dengan fakta kalau dia mendekati Dominique juga? Kau tidak merasa dipermainkan olehnya?"

[3] Our FamilyTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang