4. First Kiss

1.9K 202 46
                                    

Kalau ada hal selain terbang yang sangat memperlihatkan seberapa payahnya Orion, maka hal itu pastilah bersosialisasi. Tidak seperti Scorpius dan Cassie yang bahkan sudah memiliki banyak teman dekat sebelum masuk Hogwarts, Orion justru sebaliknya. Dia baru mendapatkan teman ketika masuk Hogwarts.

Orion selalu payah dalam memulai percakapan. Selain itu, dia sering merasa canggung ketika berhadapan dengan orang yang tidak dikenalnya. Dan seperti yang pernah dikatakan Cassie, dia juga membosankan. Kemudian, ada beberapa saat dimana Orion tidak bisa menahan diri untuk tidak memamerkan kepintarannya di depan orang lain, membuatnya terkesan sok pintar. Dengan semua sifat aslinya itu, bagaimana mungkin dia bisa mendapatkan teman?

Lysander Scamander, Matthew Goldstein, Brian Davis, dan Jacob Corner adalah teman-teman yang berhasil dia miliki selama di Hogwarts. Walaupun sebenarnya, Orion tahu kalau mereka semua tidak berteman dengannya berdasarkan keinginan, melainkan keharusan. Mereka tinggal di asrama dan kamar yang sama. Jika mereka tidak memiliki hubungan yang baik terhadap satu sama lain, itu pasti akan berdampak pada kenyamanan mereka di tempat itu. Jadi, mereka selalu mencoba sebaik mungkin untuk menjadi teman.

Dan di antara keempat temannya tersebut, hanya ada satu yang diundang ke acara yang sedang berlangsung saat ituㅡacara keluarga rutin yang kali ini diadakan kediaman keluarga Potter. Namun sayangnya, satu-satunya temannya yang diundang itu justru tidak bisa hadir. Orion jadi tidak punya pilihan selain duduk seorang diri di sofa yang ada di ruang tengah keluarga Potter, dan membaca buku bacaan ringan-nya.

Namun baru beberapa menit dia mulai membaca, dia merasakan seseorang duduk di sebelahnya. Dan yang selanjutnya terjadi adalah bukunya tiba-tiba ditarik paksa dari jangkauannya oleh orang tersebut.

Orion mendongak dan mendapati seseorang yang ada di sebelahnya saat ini adalah ayahnya sendiri. "Dad, aku bahkan belum menyelesaikan satu halaman," protesnya sambil berusaha menjangkau buku tersebut.

"Seingat Dad, ada yang berjanji tidak akan membawa buku sebelum pergi tadi," balas Draco, semakin menjauhkan buku di tangannya dari jangkauan putra bungsunya itu.

Orion berhenti mencoba mendapatkan kembali bukunya, dan menghela napas. "Maaf, Dad. Lysander bilang dia tidak bisa datang, jadi aku tidak tahu harus melakukan apa untuk beberapa jam ke depan kalau tidak ada buku."

"Kenapa kau tidak coba bermain dengan temanmu yang lain?" usul Draco.

Orion meringis. "Itulah masalahnya," katanya, seakan hal itu adalah sesuatu yang jelas. "Aku tak punya teman lain."

"Kalau begitu, bukankah ini adalah kesempatan yang bagus untuk mencari teman?"

"Kau membuatnya terdengar seolah itu adalah hal yang mudah, Dad," gerutu Orion, yang kini beralih menatap sepatunya sendiri. "Andai saja mencari teman semudah mencari poin asrama."

Tangan Draco bergerak untuk menyentuh bahu kecil Orion. "Dad tahu itu tidak mudah, terutama untukmu." Dia memberikan tepukan pelan di sana, kemudian melanjutkan, "Tapi jika kau tidak terus mencobanya, itu tak akan pernah menjadi mudah. Bertemu dengan orang baru mungkin agak menakutkan menurutmu, tapi itu adalah sesuatu yang akan terus terjadi. Jika kau tidak mencoba mengatasinya sejak sekarang, Dad dan Mummy-mu mungkin akan menghabiskan masa tua kami hanya untuk mengkhawatirkanmu nanti."

Orion justru tersenyum miring mendengar kata-kata ayahnya. Dia tahu dengan jelas dari mana kata-kata itu sebenarnya berasal. "So you really read that parenting book that I gave you."

"Itu ada di bagian belakang buku," elak Draco cepat. "And you've got to stop buying me those parenting books, Ori. I'm not gonna read them."

[3] Our FamilyTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang