"Cass, kau yakin mau di sini saja?" tanya James skeptis.
Ini adalah kencan kelima mereka dan Cassie malah memilih Hog's Head sebagai tempat 'romantis' mereka kali ini. Benar-benar pilihan yang bagus.
"Aku tak akan berada di sini kalau aku tak yakin, Potter." Cassie menjawab dan memutar bola matanya malas. Dia tak mengerti mengapa James masih saja mempertanyakan itu.
James segera menjawab, "Tapi coba lihat sekelilingmu, Cass. Bahkan tidak ada satupun murid Hogwarts di sini selain kita."
The Hog's Head adalah tempat minum paling suram dan kumuh di Hogsmeade. Pengunjungnya kebanyakan adalah penyihir dewasa yang menyeramkan. Itu sebabnya tempat ini menjadi tempat yang paling dihindari oleh murid Hogwarts. Tapi Cassie malah memilih berkencan di tempat seperti ini. Benar-benar gadis ajaib.
"That's why this place is perfect. Tak ada orang yang kita kenal di sini." Cassie berkata seolah-olah tak ada yang aneh dengan itu. Seolah-olah James seharusnya mengerti alasannya memilih tempat ini tanpa perlu dijelaskan.
James perlu beberapa saat untuk menyadari kalau Cassie ada benarnya juga. Ada untungnya kencan di tempat ini. Mereka bisa berpegangan tangan, berpelukan bahkan berciuman tanpa perlu merasa takut dipergoki dan semacamnya. Selain itu, James juga ingin menyatakan perasaannya secara langsung pada Cassie. Meskipun ini bukan tempat yang ideal, tapi rasanya saat ini adalah saat yang paling tepat dengan tidak adanya orang yang mereka kenal di sekeliling mereka.
James berdeham kemudian mengulurkan tangannya untuk menggenggam tangan Cassie yang berada di atas meja.
"Apa yang kau lakukan?" tanya Cassie bingung. Tak seperti perempuan lain yang mungkin wajahnya akan merona jika seorang James Potter memegang tangannya, Cassie malah terlihat biasa saja.
"What's it look like I'm doing? I'm chasing a Snitch," canda James.
Cassie memutar bolanya dan membalas, "Well, Potter, I own sarcasm and didn't give you permission to use it."
Beberapa orang mungkin menganggap keangkuhan Cassie itu menyebalkan, tapi bagi James itu malah menggemaskan.
"Cute."
Bukannya tersipu dengan pujian James, Cassie malah mengibaskan rambutnya dan memasang wajah angkuh. "Oh, I know."
Dan kemudian, keduanya tertawa setelah itu.
"Ada sesuatu yang ingin kukatakan padamu, Cass." James mencoba lagi setelah berhenti tertawa. Lelaki itu berdeham, mencoba menetralkan jantungnya yang mendadak berdetak lebih cepat hanya karena ingin mengatakan ini.
"Apa? Kau ingin bilang aku spesial kali ini?" canda Cassie yang sudah hapal dengan kebiasaan James. Lelaki itu sering sekali memujinya, terutama ketika mereka sedang kencan seperti sekarang ini. Dan pujian yang paling sering dilontarkan James adalah lucu dan spesial.
"Tidak, tidak... Aku ingin mengatakan sesuatu yang lain. Yang mungkin kau ketahui tapi tak pernah kukatakan secara langsung."
James terdengar agak serius saat mengatakannya. Ini membuat Cassie ikut menganggap serius apa yang akan James katakan. Dia sepertinya sudah bisa menebak apa yang akan James katakan. Meskipun begitu, Cassie tetap bermonolog dalam hati bahwa dia akan membalas James lebih parah kalau lelaki itu ternyata hanya mengerjainya.
"Well, mungkin kau memang harus mengatakannya sekarang juga. Mumpung tidak ada orang di sekitar kita." Cassie berusaha terdengar sebiasa mungkin. Walaupun sebenarnya, dia agak gugup memikirkan bahwa James akan mengatakan perasaannya sekarang ini juga. Masalahnya, dia juga menyukai lelaki itu. Dan ini pertama kalinya Cassie berada diposisi seperti ini.

KAMU SEDANG MEMBACA
[3] Our Family
FanfictionA Dramione fanfiction. Hanya cerita tentang anak-anak Draco dan Hermione (née Granger) Malfoy beserta teman-temannya. [Third story of Our Story and Our Love] Published at Mei 16th, 2017.