"Ori, aku butuh bantuanmu."
Betapa Orion ingin sekali melarikan diri saat itu juga ketika Scorpius tiba-tiba datang ke meja Ravenclaw dan berkata begitu padanya. Bukannya dia tidak mau membantu kakaknya, tapi dia sudah cukup banyak melanggar aturan hanya untuk membantu kakak-kakaknya. Dia tidak mau menambah daftar aturan yang dia langgar terus.
"Kalau tentang ramuan itu, kurasa aku tidak bisa membantumu. Aku sedang sibuk, banyak tugas."
"Ikut aku dulu," bisik Scorpius dengan nada mendesak. Dia tidak bisa mengatakan yang sebenarnya terjadi di sini. Itu akan menimbulkan masalah baru lagi nantinya.
"Hei, aku belum selesai dengan sarapanku!" protes Orion ketika Scorpius langsung menariknya meninggalkan aula besar dengan tidak sabaran.
Namun Scorpius mengabaikannya. Ada masalah yang lebih genting lagi daripada sarapan adiknya itu. Yang Scorpius sendiri tidak tahu harus bagaimana untuk mengatasinya.
Scorpius terus mengabaikan protes dari Orion ataupun tatapan bingung orang-orang karena ia berjalan dengan sangat cepat menuju lantai dua saat ini. Setelah memastikan tak ada orang di koridor lantai dua itu, Scorpius langsung menarik Orion masuk ke kamar mandi perempuan yang ada di sana.
"Kenapa kau membawaku ke sini? Ini kamar mandi perempuan, tidak seharusnya kitaㅡ" gerutuan Orion terhenti ketika dia mendapati seseorang yang dikenalinya dengan bentuk kepala yang membesar dua kali lipat sedang menatap pada cermin dalam kamar mandi itu. Seketika dia sulit mengontrol mulutnya yang membuka dengan sendirinya.
"Sepertinya kau lupa kalau setahun yang lalu kau rutin mengujungi tempat ini, adik kecil," kata orang itu, Cassie. Yang kepalanya kini sudah semakin besar dari terakhir kali Scorpius meninggalkannya. Scorpius sengaja membawa Cassie ke sini karena dia tak boleh bertemu dengan siapapun saat ini.
"Apa yang terjadi?" tanya Orion yang sudah mulai bisa mengontrol keterkejutannya.
Scorpius meringis dan menjawab, "Dia meminum amortentianya sendiri."
"Bagaimana bisa? Bukankah itu seharusnya untuk Dominique Weasley?"
"Tidak, dia berniat memberikannya pada Walcott."
"Tapi dia bilang padakuㅡ"
"Serius? Kalian mau memermasalahkan tentang itu sekarang? Karena kita punya masalah yang lebih penting di sini," Cassie memotong dan mengisyaratkan pada kepala besarnya. Ini benar-benar mengganggu untuk dilihat. Dia tidak bisa bertemu dengan siapapun dengan tampilan seperti ini.
"Bisakah kau membuatkan penawarnya, Ori?" tanya Scorpius. Walaupun dia sendiri tidak yakin apakah penawar amortentia adalah yang Cassie butuhkan saat ini.
Orion menggeleng. Dia belum pernah membuat ramuan penawar masalahnya. "Kenapa tidak kau coba minta pada Profesor Slughorn? Dia pasti punya penawarnya."
"Dan apa tepatnya yang harus kami katakan padanya kalau dia bertanya tentang insiden ini?"
"Aku tak begitu pandai membuat alasan," jawab Orion sambil melirik ke arah Cassie yang sebenarnya lebih ahli dalam membuat alasan. "Tapi coba yang satu ini, 'Profesor, secara tidak sengaja kami membuat amortentia. Dan secara tidak sengaja juga, Cassie meminumnya sendiri.'"
Scorpius mengerutkan keningnya dan berpikir. "Menurutmu dia akan percaya?"
"Hanya jika kita bisa membuatnya minum ramuan 'I'll believe anything'." Cassie tiba-tiba menyahut dengan nada sakratis.
Scorpius dan Orion sama-sama mendengus. Padahal gadis itu yang punya masalah saat ini. Tapi bukannya mencari cara untuk menyelesaikannya, dia malah mencemooh ide orang lain.

KAMU SEDANG MEMBACA
[3] Our Family
FanficA Dramione fanfiction. Hanya cerita tentang anak-anak Draco dan Hermione (née Granger) Malfoy beserta teman-temannya. [Third story of Our Story and Our Love] Published at Mei 16th, 2017.