"Lo udah tahu kabar tentang Cavin belum?" tanya Valerie dengan menggunakan volume yang sangat kecil agar tidak didengarkan oleh guru.
Saat ini mereka masih sedang belajar. Fera yang tadi fokus memperhatikan Guru yang sedang belajar, tiba-tiba saja kehilangan fokusnya setelah mendengar ucapan Valerie. Ia menoleg pada Valerie lalu mengerutkan dahinya seolah berarti tidak mengerti dengan maksud ucapan Valerie tadi.
Maksudnya apa? Kabar apa tentang Cavin? Apa kabar baik? Atau melainkan kabar buruk? Banyak pertanyaan yang ada dikepalanya sekarang.
"Gue kira lo udah tahu, ternyata belum. Gini, tadi Cavin berantem di Majestic School. Terus ketahuan guru BP disana. Nah, bokapnya dateng trus dia diajak pulang. Dia juga bolos tadi pagi sama Riko dan teman geng mereka" jelas Valerie masih menggunakan suara yang sangat kecil.
"Lo serius?" tanya Fera seakan tidak percaya dengan ucapan Valerie tadi.
"Dua rius malah, Fer" ucap Valerie menperyakinkan Fera sahabatnya itu yang masih meragukan kabar darinya.
Apa-apaan ini? Bagaimana mungkin berita penting seperti itu belum didengar Fera. Ah, bagi kalian yang belum tahu, kalau ada berita yang menyangkut Cavin dan Riko, pasti sangat cepat tersebar. Mangkanya Valerie seperti bingung saat mengetahui Fera belum mendengar berita itu
Difikiran Fera masih banyak pertanyaan. Seperti: Apa Cavin baik-baik saja? Apa Cavin dikeroyok musuhnya? Apa Cavin tidak kasar pada musuhnya? Apa Cavin tidak baik-baik saja? Apa tante Vivi baik-baik saja?. Ya kira-kira seperti itulah pertanyaan-pertanyaan yang sedang ada diotak Fera.
"FERA!" panggil guru yang mengajar Fera itu. Fera tersentak karena terkejud diteriaki seperti itu.
"Kenapa kamu tidak fokus dipelajaran saya?!" tanya guru itu seakan marah pada Fera.
"Ah, maaf-maaf pak" ucap Fera lalu kembali fokus pada pelajaran itu
***
"Kamu ya, pinter banget sekarang sudah berantem lagi! Padahal mama kira ga akan berantem lagi sejak kejadian itu. Kamu masih mau kalau kejadian itu terulang lagi? Kalau udah terulang baru nyesel deh" sembur Vivi saat Cavin baru masuk dari pintu depan.
Cabin menghela nafasnya gusar. Ia jadi kembali teringat dengan kejadian itu. Kejadian yang sangat ia benci. Kejadian yang telah dikuburnya dalam-dalam tetapi digali lagi oleh ibunya.
"Mom, yang ngajak bukan Cavin. Dia ngajak duel. Ya Cavin turuti lah. And, please jangan bahas itu lagi ok?" pinta Cavin pada Vivi.
"Mau dia yang ngajak kek, mau kamu yang ngajak kek, mama ga peduli! Mama cuma mau kamu tuh ga berantem lagi sekarang!" ucap Vivi penuh penekanan.
Harry yang baru masuk pintu dan mendengar ocehan Vivi pun segera berusaha menghentikan amarah Vivi. Ia tahu Vivi sangat tidak suka jika Cavin berantem. Sebenarnya ia juga tidak suka, tetapi kalau laki-laki berantem sesekali tidak apa-apa kan?
"Udah-udah, kamu Cavin masuk ke kamar kamu. Dan Vivi, udah ya tenangi diri kamu" ujar Harry begitu lembut. Ia sangat sadar saat ini situasinya sangat panas.
Cavin mengangguk membenarkan ucapan Harry. Ia naik ke kamarnya untuk mengganti pakaiannya yang sudah terlihat tidak rapi. Ini semua gara-gara Darga! Awas saja kalau Darga masih mengganggunya dan gengnya juga, ia akan bertindak lebih dari ini.
Cavin duduk dikasurnya yang king size itu. Ia menghela nafasnya gusar. Sekarang kembali terputar kejadian yang sangat ia benci. Terputar begitu saja dikepalanya seakan itu adalah sebuat tempat bioskop yang sedang memutarkan sebuah film.
Ah, kenapa semuanya jelas? Sudah beberapa tahun ini ia melupakan kejadian sial ini. Tetapi mengapa sekarang teringat kembali? Ia tidak bisa menyalahkan Vivi karena mengingatkannya tentang ini. Cavin yakin Vivi tadi tidak sengaja terucap tentang kejadian sial ini.
Cavin tahu pasti Vivi mengatakan itu hanya karena ingin menyadarkan Cavin betapa berbahayanya berantem. Betapa bahayanya berantem bagi diri sendiri dan juga bagi orang lain termasuk bukan musuh kita sendiri. Cavin yakin seratus persen itu hanya teguran dari Vivi untuk dia. Dan Tuhan mengabulkannya sekarang. Tuhan mengembalikan kembali ingatan itu pada Cavin.
***
Jadi, Cavin itu bukan amnesia. Dia cuma berusaha lupain kejadian sial yang pernah ada dihidupnya. Karena udah sekitar 60% terlupakan, seketika Vivi mengingatkannya kembali jadi dia ingat deh. Kan ga mungkin kalau dia melupakan itu 100%. Kalau 100% sih namanya baru amnesia.
TERIMA KASIH TELAH MEMBACA!
Dimohon Vommentnya yang banyak ya ahahaha ^^
Instagram:
[at]cia_aicia
[at]axe.machaa
-Cia
17 Maret 2018
KAMU SEDANG MEMBACA
Who Knows?
Teen Fiction{Judul Lama: My (BAD) Boyfriend} Kehidupan remaja Alfera sama seperti gadis seusianya. Iya, ga jauh-jauh dari kata 'cinta'. Fera jatuh cinta dengan sahabatnya sendiri. Tetapi bukan itu saja yang menghiasi kehidupan remajanya. Ia diteror musuh sahaba...
