Anyongggg 😘😘
Sebelum kalian baca saya mau minta tolong
Bisa gak kalau misalnya ada kata yang agak janggal dan juga typo yang parah, tolong di komen, supaya bisa saya perbaiki
Supaya kedepannya lebih enak untuk di baca 😁😁
Oke segitu aja permintaanku, happy reading guys 😘
APV silver yang membawa anak-anak itu berhenti di depan bangunan tua pinggiran kota, sebuah bekas rumah sakit jiwa yang sudah tidak terpakai lagi.
Ada cerita seram di sana yang entah di sebarkan oleh siapa, sehingga orang-orang menghindari tempat itu.
Aku juga menghindarinya, karena aku takut hantu.
Mobil yang ku kendarai berhenti cukup jauh dari tempat itu, tapi aku masih bisa memantau apa yang terjadi di sana
Setelah turun dari dalam mobil anak-anak di paksa masuk ke bangunan tua itu. Ada beberapa anak yang di pukul dan di tendang karena melawan perintah, anak-anak itu hanya bisa menangis tanpa bisa berbuat apa-apa.
Aku teringat dengan diriku yang sering di pukuli oleh Jonathan, ayah tiriku, sejak kecil, melihat itu membuat kenangan yang menyakitkan muncul kembali.
"Para manusia sampah itu seharusnya mati saja" aku berkata geram.
Jonghyun melihatku bingung, aku tahu apa yang ada di kepalanya, bisa ku lihat dia juga marah saat melihat anak-anak di sakiti, dia sedang menunggu apa yang akan ku lakukan selanjutnya. Tapi aku hanya diam sambil meremas ujung bajuku.
Mobil berlahan berjalan mundur, aku memutar stir ke arah kiri dan putar balik lalu pergi dari tempat itu secepat kilat untuk kembali ke kota.
Ku hentikan mobil di pinggir jalan, aku keluar dari mobil dan meremas-remas kepalaku frustasi.
Kalau saja aku tidak sedang bersama Jonghyun sekarang ini, aku pasti akan membunuh para sialan itu, tidak peduli apa, bahkan hantu sekalipun.
"Kenapa kita malah ke sini? Kita seharusnya menunggu polisi datang di tempat yang terlihat" Tentu saja Jonghyun penasaran, karena aku malah berhenti di tempat sepi yang di penuhi ilalang tinggi, bukannya menunggu kedatangan polisi.
Tanpa menghiraukan pertanyaan Jonghyun, aku meraih hp yang ada di kantongku dan segera menelpon Baekho.
"Bagaimana kau berhasil mengikutinya?" Terdengar suara Baekho di seberang sambungan telpon
"Aku kehilangan mereka, aku mengikuti mobil yang salah, aku akan kembali, kau juga kembali saja, kau lebih baik mengintrogasi suaminya"
"Kau gila?!! Aku sudah mengerahkan seluruh anggota tim untuk turun, tapi kau dengan santainya bilang kalau kau salah!! Kau membuang-buang waktuku!!"
Baekho menutup telpon dengan kasar, bisa di bayangkan bagaimana kesalnya dia padaku sekarang. Tapi siapa peduli, aku kan menyelesaikan kasus ini dengan caraku sendiri. Omelan Baekho tidak berarti apapun bagiku.
Udara di sini cukup segar, tanpa ada polusi dari asap kendaraan. Aku mengambil nafas dalam dan membuangnya perlahan, mencoba membuat diriku tenang. Tapi tidak berhasil.
Jonghyun menghampiriku dan menarik bahuku.
"Kita mengikuti mobil yang benar, kenapa kau malah berkata sebaliknya kepada polisi" Jonghyun tidak habis pikir dengan tingkahku yang berubah tiba-tiba. Dia menuntut penjelasan yang masuk akal, tapi aku tidak akan memberikannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
ONE SHOT ALL KILL || JREN (END)
Mystery / ThrillerChoi Minki seorang psikopat gila diam-diam mencintai kim Jonghyun seorang dokter tampan yang dulu menyelamatkan hidupnya Tapi Jonghyun punya sisi gelapnya sendiri. Aku suka saat mereka berteriak kesakitan, tapi aku benci harus membersihkan sisa maya...
