38 (BAEKHO)

53 10 2
                                        

"Dia mengundurkan diri di saat saat seperti ini!"

Keluhan dari kepala divisi sejak satu jam lalu tidak juga berubah, entah sudah berapa ratus kali dia mengeluh tentang pengunduran diri Minki yang tiba-tiba. Padahal surat pengunduran dirinya sudah di serahkan seminggu yang lalu, tapi baru sekarang dia mengeluh.

Aku cukup terkejut saat dia tiba-tiba bilang ingin menikah, aku tidak bisa membayangkan pria macam apa yang akan menikah dengannya, dia pasti sudah terlatih fisik dan mental untuk menghadapi sikap kekanakan Minki.

Ribuan kali aku membujuknya untuk berfikir ulang, menikah bukan berarti harus meninggalkan pekerjaan, dan lagi kenapa juga dia harus berhenti tepat di saat seperti ini.

Mulanya ini hari yang biasa saja, tapi berubah menjadi hari yang super sibuk setelah tiba-tiba seorang warga menelpon dan melaporkan tentang saluran air di lingkungan mereka mampet, juga tercium bau busuk, warna airnya juga berubah menjadi merah kehitaman.

Ku pikir mungkin itu hanya laporan pencemaran lingkungan biasa, tapi ternyata aku salah.

Lebih dari satu lusin mayat berjejalan di dalam pipa menutup akses air. Salah satunya adalah buronan penyelundup narkoba yang sedang di cari-cari polisi selama ini, Matthew Gill.

Petugas forensik bilang di perkirakan mereka mati sejak seminggu yang lalu, tubuh mereka sudah membusuk, sangat sulit mengenali mereka semua, mereka semua mati dengan sangat mengenaskan.

Padahal aku sudah sering melihat mayat semacam ini, tapi entah kenapa rasanya aku jadi ingin muntah, melihat usus yang terburai keluar, kepala yang terbelah, otak yang tercecer. Astaga yang melakukan ini pasti bukan manusia.

Aku masih sibuk dengan komputer, mengetik laporan tentang pembunuhan yang mengerikan itu, sambil menunggu hasil pemeriksaan dari petugas forensik. Aku harap akan ada petunjuk walau sedikit.

Anggota timku sudah bersiap, aku berada di tim yang hebat, tidak ada alasan untukku mengeluh tentang tugas sekarang, prioritas ku adalah untuk menangkap pelaku pembunuhan itu, dengan tanganku sendiri.

"Ini pasti ulah kelompok besar, tidak mungkin kan hanya satu orang yang menghabisi mereka semua" Taehyung berucap yakin, dia rekan setimku, dia punya sifat yang aneh dah lain dari pada yang lain, kau bisa di buat terheran-heran dengan tingkahnya seharian.

"Paling perkelahian antar gang, mereka biasa berkelahi untuk memperebutkan wilayah untuk berjualan narkoba" Jinwoo juga ikut angkat suara.

Setelahnya mereka berdua berdebat tentang siapa yang pantas untuk di jadikan tersangka.

Aku tidak ingin ikut dalam perdebatan mereka, aku hanya ingin menulis laporan ku dengan tenang dan menyelesaikannya, setelah ini aku pasti akan sangat sibuk, dan tidak bisa menyelesaikan laporan tepat waktu, sedangkan atasan selalu ingin laporannya di serahkan tepat waktu.

"Baekho menurutmu siapa?"

Jinwoo memandangiku penuh harap, sambil menunjukan dua buah foto.

"Skull skip atau red wine?" Taehyung mengedip-ngedipkan matanya, menunggu jawaban.

"Aku rasa bukan mereka" ucapku acuh.

"Lalu?"

"Kemungkinan Gold dragon?" Ucapku datar sambil masih mengetik laporan.

"GD?" Ucap Taehyung dan Jinwoo hampir bersamaan, aku hanya terkekeh melihat tingkah mereka berdua.

"Menurut kabar, Matthew Gill pernah bekerja untuk bos mafia Gold dragon dan tidak berakhir baik, jadi sepertinya wajar kalau mencurigai mereka"

ONE SHOT ALL KILL || JREN (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang