Tubuhnya menggeliat-geliat karena kepanasan, seperti cacing yang terpenggal menjadi dua, cukup menghibur untuk di lihat.
Dia adalah pria yang menodongkan senjatanya pada Minki, jika aku tidak datang mungkin Minki sudah di tembak.
"Kau membakarnya hidup-hidup!" Tony berteriak sambil menunjuk tubuh yang masih menggeliat-geliat di balik pintu kaca ruang kremasi.
"Ya lumayan lucu melihatnya bergerak saat di bakar seperti itu, aku baru pertama kali melihatnya"
"Apa anda sakit dokter Kim? Kenapa tiba-tiba anda jadi aneh seperti ini?"
Tony mengguncang-guncang tubuhku tidak percaya dengan apa yang aku ucapkan barusan.
Jangankan Tony, aku saja kaget dengan tingkahku saat ini, kenapa aku bisa menjadi orang sangat tidak berperasaan seperti ini, seperti bukan aku yang bisanya.
Entahlah, Aku hanya merasa sangat marah saat melihatnya menyakiti Minki, jadi menurutku hukuman semacam ini pantas untuknya.
Aku mengabaikannya ucapan Tony dan mengambil hp dari dalam kantong jaketku, menekan beberapa tombol, berharap seseorang akan langsung mengangkatnya saat.
"Wah suatu kehormatan kau menghubungiku terlebih dahulu, biasanya kau selalu menyuruh Tony untuk berurusan dengan orang bawah sepertiku"
Suara di sebrang sana terdengar sangat bersemangat, aku tidak ingat kapan terakhir aku menghubunginya, mungkin bertahun-tahun yang lalu. Aku tidak ingin terlalu dekat dengannya karena mungkin akan berpengaruh pada karirku.
Dia adalah Ronan. orang yang selama ini menjadi penadah untuk organ yang ku jual. Dia juga bisa di andalkan pada saat aku memerlukan koneksi dengan orang bawah, sebutan untuk orang-orang yang bekerja kotor, seperti pembunuh bayaran, pengedar narkoba, penyelundup senjata dan lain sebagainya.
"Yaaa" aku hanya menjawab omong kosongnya dengan kata ya yang panjang.
"Jadi kenapa menelponku? Ada barang bagus lagi? Aku akan mencarikan mu pembeli dengan harga termahal, tapi jangan lupa bagian untukku"
"Tidak, aku menghubungimu bukan untuk itu"
"So??"
"Aku memerlukan cleaner, aku tidak sengaja membuat kekacauan dan membunuh banyak orang, bisa bersihkan untukku?"
"Pria suci sepertimu membunuh? Tidak bisa di percaya"
Ronan tertawa meremehkan, beberapa kali dia terdengar membuang nafas dengan keras.
"Bisa atau tidak?" Ucapku tidak sabar.
"Oke oke, dari dulu kau ini memang tidak sabaran ya. Baiklah kirimkan alamatnya padaku, aku akan membereskannya untukmu"
"Bereskan sebelum pagi, aku akan transfer uangnya langsung padamu"
"Astaga ini saja sudah hampir pagi, bagaimana bisa aku menyelesaikannya secepat itu"
"Aku akan membayarnya dalam dolar, batas waktumu sampai jam tujuh pagi, jika selesai lebih cepat, setiap menit yang tersisa akan ku kalikan dengan bayaranmu"
"Itu baru namanya kesepakatan, deal, senang berbisnis denganmu"
Gelak tawa Ronan terdengar sebelum aku menutup telpon. Manusia di dunia ini akan lemah dengan yang namanya uang, tanpa terkecuali.
Tony yang sedari tadi berdiri di sebelahku tidak bisa berkata apa-apa.
"Bisa tolong jelaskan apa yang terjadi sekarang ini? Kenapa kau memerlukan cleaner?" Sangat terlihat raut bingung di wajahnya, tapi aku tidak ada niatan untuk menjawab pertanyaannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
ONE SHOT ALL KILL || JREN (END)
Misterio / SuspensoChoi Minki seorang psikopat gila diam-diam mencintai kim Jonghyun seorang dokter tampan yang dulu menyelamatkan hidupnya Tapi Jonghyun punya sisi gelapnya sendiri. Aku suka saat mereka berteriak kesakitan, tapi aku benci harus membersihkan sisa maya...
