23 (MINKI)

114 34 18
                                        

Jonghyun membanting ku ke atas tempat tidurnya. Untung saja dia tidak membanting ku ke lantai, pasti akan sakit sekali.

Dalam situasi normal mungkin aku akan senang saat Jonghyun melakukan itu, tapi bukan di saat seperti ini.

Jonghyun kelihatan sangat marah, kilatan matanya membuatku takut.

Jonghyun pria yang sangat lembut dan penyayang, baru pertama kali dia berbuat sekasar ini padaku.

Yaa, aku memang salah, aku sudah membunuh kekasihnya, tepat di depan matanya, hanya menunggu waktu sampai Jonghyun melaporkanku pada polisi. Aku tidak keberatan, aku sudah tertangkap basah olehnya aku juga tidak mungkin bisa mengelak.

Aku sangat sial hari ini. Bagaimana bisa Jonghyun berada di sana.

Aku sudah membayar seseorang untuk mematikan seluruh kamera keamanan di gedung apartemen itu, seharusnya aku tidak ketahuan.

Dan Jonghyun adalah satu-satunya saksi mata.

"Jelaskan padaku, berikan aku alasan yang masuk akal!" Jonghyun meneriaki ku, tangannya terkepal erat, dia tidak mungkin memukulku kan? Dia sangat tidak tahu malu kalau sampai berani memukul perempuan.

Aku tidak berani mengangkat kepalaku, aku takut melihat wajah marahnya, aku ingin Jonghyun. Mencintaiku, bukan malah marah padaku seprti ini.

"Katakan padaku, kenapa kau tega membunuhnya!" Jonghyun mengguncang tubuhku kasar.

Pada saat seperti ini bukannya bersikap tegar, aku malah menitikkan air mata. Kenapa aku bisa selemah ini saat berhadapan dengan Jonghyun.

Sikap kasar Jonghyun tidak menyakitiku sama sekali, tapi kenyataan bahwa dia bersikap kasar padaku karena kekasihnya, membuatku sedih, kenapa Jonghyun bisa sangat mencintainya, kenapa bukan aku?

Aku memberanikan diri mengangkat wajahku dan balik menatapnya. Dia masih terlihat marah. Dia memandangku penuh kebencian.

Padahal biasanya dia akan segera luluh saat melihatku menangis. Dia kan memberikanku es cream sambil mengelus kepalaku, setelah ini pasti dia tidak akan bersikap lembut lagi padaku.

"Aku sangat membencinya" ucapku tegas, masih dengan air mata yang membasahi pipiku.

"Kau punya alasan untuk membencinya?"

Aku menatap Jonghyun tajam, tangisanku sudah berhenti.

"Tidak ada yang boleh memilikimu selain aku, aku akan menyingkirkan siapapun yang menhalangiku untuk mendapatkanmu"

Jonghyun mundur beberapa langkah, dan menatapku ngeri, aku tahu dia pasti takut padaku sekarang.

Kesempatanku untuk bisa bersama dengannya adalah nol besar, mana mungkin pria baik-baik sepertinya berhubungan dengan pembunuh berdarah dingin sepertiku.

"Jangan bilang, kejadian selama ini adalah ulahmu, sampai kecelakaan di hari pernikahanku juga?" Jonghyun menuntut jawaban dariku, aku sudah tidak bisa mengelak lagi sekarang.

"Ya, itu aku, kau pikir siapa?" Ucapku sambil menyeringai.

Lebih baik ku akui saja semuanya, toh aku sudah ketahuan, walaupun aku mati sekarang, aku tidak punya penyesalan lagi, aku sudah mengakui segalanya pada Jonghyun.

Sepertinya kepalaku agak lebih ringan setelah pengakuan dosa yang konyol ini.

Jonghyun menekan pelipisnya, dia pasti sangat kecewa padaku. Dia pasti tidak menyangka gadis lugu sepertiku bisa melakukan hal sekeji itu.

"Kau gila!" Teriak Jonghyun frustasi.

"Untuk orang yang jatuh cinta, kegilaan semacam ini belum seberapa!" Aku berteriak histeris "aku bisa melakukan yang lebih dari ini"

ONE SHOT ALL KILL || JREN (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang