26 (MINKI)

141 28 9
                                        

Menggerakkan tubuhku sedikit saja rasanya sakit, pinggangku terasa mau lepas. Jam berapa aku tidur semalam?

Astaga aku kelelahan sampai-sampai tidak memperhatikan jam, ini semua salah Jonghyun.

Ku pikir dia akan bersikap lembut padaku, paling tidak seharusnya dia pelan-pelan, ternyata pria dewasa lebih suka bermain kasar, padahal ini pertama kalinya untukku.

Jonghyun memang keterlaluan. Bukannya aku mengeluh, tidak, aku menikmatinya. Bahkan ketika Jonghyun mengambil alih permainan, aku sama sekali tidak protes, lagipula dia lebih berpengalaman.

Aku melihat Jonghyun keluar dari kamar mandi sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk, aku langsung menarik selimut ke atas untuk menutupiku sampai kepala.

Aku malu kalau harus berhadapan dengannya dalam keadaan seperti ini, aku belum sempat bercermin melihat bagaimana penampilanku, pastinya sangat kacau, sangat berantakan, sangat tidak enak untuk di lihat.

Tiba-tiba selimutku tertarik turun sampai leher memperlihatkan wajah polos ku yang baru bangun tidur. Agh kenapa Jonghyun harus melihatku dalam keadaan seperti ini.

"Sudah bangun?" Jonghyun tersenyum sambil mengelus kepalaku.

Aku tidak menjawabnya, aku hanya berkedip beberapa kali, aku belum sikat gigi, mana mungkin aku berani bicara sekarang.

Aku kembali menarik selimutku menutupi kepala, tapi Jonghyun menurunkannya lagi, dia sama sekali tidak pengertian.

Dengan berat hati aku duduk, selimut masih tetap menutupi tubuhku, wajahku saja berantakan, apalagi tubuhku, tidak akan ku biarkan Jonghyun melihatnya, kecuali kalau aku sudah mandi.

Jonghyun mendekatkan wajahnya untuk menciumiku, tapi aku refleks menutup mulutku dan melotot padanya.

Dia menatapku bingung, sambil berusaha menarik tanganku, tapi aku tidak bergeming sedikitpun.

"Aku mengecewakanmu ya semalam" Jonghyun tertunduk lesu.

Astaga bukan itu maksudku, aku tidak ingin dia salah paham.

"Aku belum sikat gigi, belum mandi juga" aku masih menutup mulutku dengan tangan, ku beranikan diri untuk bicara, aku harap Jonghyun tidak mencium bau mulutku.

Wajah Jonghyun langsung berubah, dia tersenyum geli mendengar ucapan polosku, dia kembali mengelus rambutku.

"Kau sangat cantik saat bangun tidur, ku pikir kau sudah mandi"

"Bercanda ya" aku memukul Jonghyun pelan, aku memasang wajah kesal dan melotot padanya.

Padahal dalam hati aku senang dia berkata seperti itu, walaupun aku yakin itu bohong.

Aku berlari menuju kamar mandi sambil masih memegangi selimut yang menutupi tubuhku.

"Aku sudah melihat semuanya, kenapa di tutupi" Jonghyun berteriak menggodaku, dasar gila.

Aku menunjukan kepalan tanganku padanya, sebagai balasan, tapi bukannya takut dia malah tertawa. Agh dia manis sekali saat terwa

"Kau suka sarapannya?" Jonghyun membersihkan sisa cream di mulutku dengan serbet.

Kami baru saja memulai sarapan di jam sepuluh pagi, ini sudah terlalu siang untuk sarapan sebenarnya.

ONE SHOT ALL KILL || JREN (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang