12 (MINKI)

141 32 25
                                        

Seperti sebelumnya
Kalau kalian nemu kata yang kurang pas atau typo yang parah banget, tolong banget ya di komen, supaya bisa aku perbaiki

Happy reading guys 😘😘

Pelipis ku basah oleh keringat, aku terbangun karena kepanasan. Aku melihat sekeliling, tempat ini sepertinya aku kenal, tapi ini di mana?

Aku terbangun di atas sebuah tempat tidur besar, sepertinya ini kamar tidur pribadi, pencahayaan di sini sangat minim, aku harus menajamkan penglihatan ku supaya bisa melihat dengan jelas.

Ku pegang belakang kepalaku yang terasa berdenyut-denyut, aku di pukul cukup keras, aku harus bersyukur karena pukulan itu tidak membuat luka serius, selain bengkak besar di belakang kepala.

Aku harus memeriksakan diri ke rumah sakit, kalau-kalau terjadi sesuatu yang buruk dengan kepalaku. Mungkin saja kan aku malah kehilangan ingatan sepeti di drama.

Aku mengerjakan mata beberapa kali, mencoba mengingat-ingat lagi, di mana sebenarnya tempat ini.

Seketika aku ingat Jonghyun, ini kamarnya, oh tuhan mimpi apa aku bisa tidur di atas tempat tidurnya yang selama ini hanya bisa aku lihat dari balik layar hp.

Bukankah terjadi sesuatu semalam?? Oh tidak! Jonghyun menolongku.

Aku memukul-mukul kepalaku pelan, Jonghyun pasti melihatku membantai banyak orang.

Aku bisa gila kalau begini, dia akan tahu bahwa aku adalah psikopat yang mengerikan. Dia mungkin akan menjauhiku sejauh-jauhnya.

Kenapa juga dia bisa ada di tempat itu.

"Sudah sadar?" aku kaget saat mendengar suara Jonghyun dari arah pintu.

Apa yang harus ku katakan pada Jonghyun, apa aku harus pura-pura kesurupan. Jonghyun mungkin saja akan melaporkanku ke polisi dan aku akan di penjara.

Apa sebaiknya ku bunuh saja Jonghyun?

Tapi mana bisa aku membunuhnya, bahkan melihatnya terluka saja membuatku sangat sedih, apalagi kalau dia harus mati di tanganku sendiri.

Sungguh ironis.

"Bagaimana keadaanmu?" Jonghyun mendekat dan membelai rambutku.

"Kau melihatnya?" Ucapku penasaran.

"Melihat apa?"

"Orang-orang yang mati dengan menegaskan di ruang sakit tua itu...."

"Aaaaaaaa iya, itu mengerikan sekali, kira-kira siapa orang yang melakukannya? Apa saat kau sampai di sana, mereka sudah di bantai seperti itu?"

Ucapan Jonghyun dan juga wajah bingungnya membuatku lega, dia tidak melihatnya, dia pasti tidak melihatnya. Aku membuang nafasku yang tadinya tercekat di tenggorokan, aku bisa bernafas normal lagi sekarang.

"Kau sangat pemberani, datang ke tempat seperti itu sendirian, seharusnya kau menelpon ku, atau kau bisa ajak teman polisimu" aku melihat raut wajah khawatir yang tidak di buat-buat.

Jonghyun menariku dan menenggelamkan ku dalam pelukannya, ini pertama kalinya dia memelukku seerat ini, hampir saja aku kehabisan nafas jika ia tidak segera melepaskan pelukannya.

"Bagaimana dengan anak-anak yang di sekap di sana??"

"Tidak tahu, tidak ada anak-anak di sana, saat kau pingsan aku langsung membawamu ke sini?"

"Apa polisi tahu tentang tempat itu?"

"Entahlah, sudah ku bilang kan, aku langsung kabur membawamu pergi dari tempat menyeramkan itu, jadi aku sama sekali tidak tahu, aku ingin menelpon polisi tapi aku tidak ingin terlibat, jadi biarkan saja polisi menemukannya dengan sendirinya"

ONE SHOT ALL KILL || JREN (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang