10 (MINKI)

136 32 6
                                        

😁😁






Aku menembus jalanan malam dengan kecepatan penuh.

Porsche Boxster hitam milik Jonghyun memang benar-benar bisa membuatku menguasai jalanan.

"Kau tidur ya, aku menelponmu berkali-kali!!" Aku berteriak masih memegang erat stir. Di telingaku terdapat handfree bluetooth

"Aku sedang sibuk, kau ingat wanita yang di temukan tewas dengan leher terlilit kawat kemarin, aku tidak ada waktu untuk...."

"Hei bodoh aku sekarang sedang mengejar pelakunya!!" Aku memotong ucapan Baekho sebelum dia selesai.

"Bukankah pelakunya suaminya sendiri yang menghilang sehari sebelumnya, aku berhasil menangkap suaminya sekarang"

"Bukan dia pelakunya!!"

"Ini bukan saat yang tepat untuk bercanda, aku sudah menangkapnya, jadi berhenti menggangguku!!"

Baekho mulai menyanggah ucapanku lagi, kenapa dia tidak bisa sekali saja percaya apa yang aku ucapkan.

"Aku melihat seseorang membawa puluhan anak bersamanya, aku mengenali salah seorang anak yang di bawanya, anak itu adalah anak dari wanita itu!!"

"Apa?!!"

"Berhenti membuang waktu, abaikan saja suaminya, suruh seseorang menahannya di sel, lacak lokasi ponselku dan ikuti, aku sedang mengejarnya sekarang!!"

Aku melepaskan handfree bluetooth yang ada di telingaku dan melemparnya sembarang.

Pada saat seperti ini Baekho malah membuatku kesal.

Aku menginjak pedal gas dan mobil melaju lebih cepat, saat perasaanku kacau seperti ini, rasanya sangat menyenangkan bisa balapan di jalanan, apalagi balapan untuk mengejar penjahat.

"Bisa kita pelan-pelan saja"

Jonghyun yang sedari tadi duduk di sebelahku mulai mengeluh, dia berpegangan sangat erat.

"Kita akan kehilangannya kalau tidak cepat, lagipula itulah gunanya mobil sport, bukan hanya untuk bergaya dan terjebak macet"

Aku memutar stir ke arah kiri menghindari truk roda enam yang ada di hadapanku.

Aku sangat menikmati saat-saat ini, tapi Jonghyun malah ketakutan dan berteriak-teriak seperti perempuan.

"Kau tidak harus mengajarnya, serahkan saja pada polisi, kau kan hanya membuat profiling pelaku kejahatan" Jonghyun mulai mengeluh lagi

"Ya aku memang seharusnya hanya berada di balik layar, tapi aku juga bekerja untuk kepolisian, tenang saja kalau sampai mobilmu rusak, aku akan mengganti biaya perbaikannya"

"Ini bukan masalah mobil, aku masih sayang nyawaku!!" Jonghyun berteriak histeris bertepatan dengan mobil kami yang lagi-lagi mendadak banting stir menghindari kendaraan lain.

"Minki tolong, pelan sedikit" Jonghyun membujukku dengan memegang tanganku.

Seperti yang kalian tahu aku bukan orang yang baik, aku juga orang jahat, aku seorang pembunuh, aku bahkan lupa sudah berapa banyak orang yang aku bunuh.

Tapi aku tidak bisa tinggal diam dengan kasus ini, seorang yang membunuh wanita tua dan menculik anaknya, itu mengingatkanku pada diriku sendiri, itulah sebabnya aku tidak akan menyerah sekarang.

Bahkan sekarang aku membahayakan nyawa Jonghyun, seharusnya ku tinggal saja dia tadi.

☠☠☠

ONE SHOT ALL KILL || JREN (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang