32 (MINKI)

46 12 9
                                        

"Aku sudah bilang kan, aku dulu sangat populer di sekolah" ucap mama sambil meminum capuccino nya.

Rencananya hari ini aku akan memperkenalkan Jonghyun pada mama. Jonghyun mengajakku menikah, tentu saja aku harus mempertemukannya dengan mama.

Tapi sepertinya segalanya tidak sesuai rencana, mana aku tahu ternyata Jonghyun adalah teman sekolah mama, umur mereka tidak berbeda jauh hanya selisih beberapa bulan, harusnya aku sadar.

Mama terlihat sangat senang saat bertemu Jonghyun, dia tidak henti-hentinya mengoceh tentang masa sekolahnya, membuatku tidak punya kesempatan untuk memperkenalkan Jonghyun sebagai kekasihku.

Sikap Jonghyun juga cukup menggangguku. Saat pertama melihat mama dia langsung memeluknya, mama dan Jonghyun pasti sangat dekat dulunya.

Bahkan sekarang, saat kami duduk bertiga di satu meja, Jonghyun hanya fokus pada mama dan mengabaikan ku, seakan aku tidak ada.

"Jonghyun ini dulunya adalah pacarku" ucap mama bangga sambil tersenyum padaku.

Wajah Jonghyun langsung menegang, dia melirik ke arahku, dia pasti merasa tidak enak.

"Itu sudah sangat lama, hubungan kita sudah berakhir sekarang" ucap Jonghyun mencoba untuk membuat mama diam.

"Tapi setalah di pikir-pikir, kita tidak pernah putus, apa jangan-jangan kau belum menikah sampai sekarang karena masih menyukaiku?" Mama menutup mulutnya berpura-pura kaget, lalu tertawa keras.

Aku ikut tertawa dengan terpaksa, begitu pula Jonghyun.

Pacar, tentu saja, olah sebabnya Jonghyun langsung memeluk mama awal bertemu tadi, itulah sebabnya Jonghyun terlihat sangat senang sampai-sampai mengabaikan aku.

Kalau itu adalah wanita lain mungkin aku akan membunuhnya, tapi mama, aku bingung harus bereaksi seperti apa. Seletah mama mengatakan kalau Jonghyun adalah pacarnya, mana mungkin aku juga mengatakan kalau Jonghyun adalah pacarku, itu akan melukai hati mama.

"Baiklah, kita resmi putus hari ini kalau begitu" ucap Jonghyun bercanda.

"Seharusnya aku yang memutuskanmu" ucap mama kesal.

"Kau tidak mau menikah?"

"Aku sudah menikah"

"Dan, dimana pria yang beruntung itu?"

"Aku membunuhnya, itulah kenapa aku berada di penjara selama 13 tahun" ucap mama lirih.

"Hidupmu kacau sekali" Jonghyun menekan pelipisnya.

Apa yang harus ku katakan pada Jonghyun, padahal aku mengaku kalau ibuku bekerja di luar negri, bukannya berada di penjara. Jonghyun pasti menganggap ku seorang pembohong.

"Di mana pacarmu kenapa dia lama sekali?" Mama memandangku, mama masih belum tahu bahwa pacarku sekarang tepat berada di hadapannya.

"Aku..." Jonghyun sudah mau mengaku tapi aku menahannya.

"Dia tidak jadi datang, dia tiba-tiba sibuk" ucapku lesu.

"Apa jangan-jangan dia sudah tahu kalau aku mantan narapidana? Aku mengacaukan hidupmu lagi, maaf" mama menggenggam tanganku, dia merasa bersalah tanpa alasan.

Mama memang suka bersikap berlebihan, dia menyalahkan dirinya sendiri atas hal buruk yang terjadi dalam hidupku, dia terus menerus meminta maaf atas kesalahan yang aku lakukan. Mama tidak harus melakukan itu.

"Tidak, dia benar-benar sibuk"

Mama mengangguk tanda mengerti, dia melepaskan tanganku dan kembali mengobrol dengan Jonghyun.

ONE SHOT ALL KILL || JREN (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang