15 (MINKI)

139 35 25
                                        

Suara ibu-ibu yang asik tertawa membangunkan ku, aku mengumpulkan sisa-sisa nyawaku yang masih berpencar kesana kemari.

Ku buka jendela kamar yang langsung berhadapan ke jalan, aku melihat ibu-ibu sedang berkumpul. Pasti sedang ada gosip hot di sekitar sini yang bisa di perbincangkan.

"Anak gadis kok bangunnya siang? Nanti berat jodoh loh!" Ah itu Lina, wanita tua yang selalu saja ikut mengomentari hidupku.

Aku hanya tersenyum sambil melambai, dan kembali menutup jendela rapat-rapat, aku tidak punya tenaga untuk berdebat dengannya hari ini.

Berani taruhan para ibu-ibu itu pasti sudah mengubah topik pembahasan mereka dan beralih menggosipi aku. Tapi siapa juga yang perduli, omongan mereka tidak akan mempengaruhi kehidupanku.

Aku berjalan keluar kamar dan mendapati Inguk yang tidur di sofa depan tv. Tv di hadapannya masih menyala, bukan dia yang menonton tv tapi tv yang menontonnya sedang tidur.

Ngomong-ngomong tentang Inguk, aku bermimpi lucu tadi malam. Inguk mencumku dan memanggilku sayang, aku jadi geli sendiri mengingatnya, itu mimpi teraneh yang pernah ku alami, andai saja yang di dalam mimpi itu Jonghyun bukannya Inguk.

Aku berjalan menuju dapur, meletakan panci di atas kompor, aku berfikir sejenak, apa yang harus aku masak pagi ini?

Aku mengambil kembali panci yang aku letakan di atas kompor dan menggantinya dengan penggorengan, aku pikir lebih mudah membuat pancake dengan toping madu, jadi aku tidak perlu terlalu repot.

Tapi saat melihat oat di dalam lemari aku jadi berubah pikiran lagi, lebih baik aku membuat oat dengan buah-buahan, itu akan bagus untuk program dietku, apalagi kemarin aku makan luar biasa banyak.

Aku hanya punya sedikit buah di kulkas, dan juga sedikit kacang-kacangan, aku memeriksa tanggal kadaluarsanya, aku tidak mau mati keracunan karena makanan yang tidak layak makan.

Inguk masih tetap tidur di posisinya tidak bergerak sama sekali, apa dia mati, ini sudah hampir siang, matahari juga sudah tinggi tapi dia belum juga bangun.

Dia cowok yang sama sekali tidak bisa di andalkan, seharusnya paling tidak dia menyelesaikan kuliahnya dan mencari pekerjaan yang benar, bukannya malah jadi pengangguran yang kerjaannya menipu, dasar tidak berguna.

Aku menendang-nendang tubuhnya pelan untuk membangunkannya, aku tidak bisa membangunkannya dengan tangan karena tanganku kotor.

Inguk menggeliat dan menguap beberapa kali sebelum akhirnya membuka mata, dia duduk dalam keadaan setengah sadar, aku memberikannya segelas air putih dan di sambutnya lemas.

"Jam berapa sekarang?" Suaranya serak karena baru bangun tidur.

"Sebelas!" Aku meninggalkannya kembali ke dapur dan mengurusi masakanku.

Aku mendengarnya melenguh panjang, dia mirip sapi.

"Aku akan pulang" ucap Inguk sambil meletakan gelas kosong ke hadapanku.

"Tunggu sebentar, sarapan dulu"

"Ini sudah siang"

"Kalau begitu makan siang, duduk di sana, sebentar lagi selesai" Inguk menuruti perkataan ku dan duduk manis di meja makan.

Hanya beberapa menit oat yang aku buat sudah siap, aku meletakan satu mangkok besar oat di hadapan Inguk. Karena Inguk sangat suka pisang jadi aku menambahkan pisang di atas oat nya, sedangkan aku hanya makan oat buah berry dan kacang-kacangan.

 Karena Inguk sangat suka pisang jadi aku menambahkan pisang di atas oat nya, sedangkan aku hanya makan oat buah berry dan kacang-kacangan

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
ONE SHOT ALL KILL || JREN (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang