35 (MINKI)

57 14 1
                                        

Akhirnya aku menemukannya, setelah beberapa bulan berlalu, ini adalah pencapaian yang mengecewakan. Aku tidak pernah seperti ini sebelumnya.

Semua yang aku cari pasti aku temukan, semua yang aku inginkan akan aku dapatkan, dan selalu dalam waktu singkat. Kecuali Jonghyun, butuh 10 tahun untukku mendapatkannya.

Dari jam tangan Inguk yang aku temukan di gudang pinggiran jalan tol itu aku mencoba untuk mencari tahu siapa orang yang berani-beraninya memukuli Inguk sampai dia tidak bisa bergerak beberapa hari.

Aku meminta tolong bagian forensik untuk memeriksa jam tangan itu, berharap mereka menemukan sedikit saja petunjuk untukku. Aku ini orang yang pendendam jadi jangan harap aku melupakan apa yang sudah terjadi, walaupun itu sudah berlalu ribuan tahun.

DNA yang tertinggal di sana adalah milik seorang pria bernama Matthew Gill, setahuku dia adalah pengusaha yang sukses, sebelum akhirnya menjadi buronan karena keterlibatannya dalam pendistribusian narkoba dari luar negri dan menyembunyikannya dalam furnitur yang di jualnya.

Hal tersulit yang harus aku lakukan adalah mencari keberadaan Matthew, polisi saja sampai sekarang tidak bisa menemukannya, bagaimana bisa aku menemukannya seorang diri. Aku kan bukan alat pendeteksi logam yang hanya pergi bergerak dan akan berbunyi jika menemukan sesuatu.

Satu nama yang langsung terlintas di kepalaku, bukan pilihan yang bagus untuk menghubunginya, tapi apa boleh buat, aku tidak punya pilihan. Harus ku akui dia bisa melakukan apa saja.

Aku mencari-cari nama Ronan di urutan nama dengan awal R, di kontak hpku. Setelah menemukannya aku berpikir sejenak dan memantapkan hatiku sebelum akhirnya menekan tombol panggil.

Suara detak jantungku terdengar sangat jelas, aku sangat gugup, Ronan itu adalah orang yang berbahaya, tidak seharusnya aku terlibat dengannya, aku sudah gila.

Baru saja aku ingin menutup telpon untuk membatalkan niatku, tapi terdengar suara di seberang sana.

"Tidak ku sangka kau menelpon ku, ini suatu kehormatan" ucapnya ramah.

Aku tidak boleh tertipu dengan sikap ramahnya, dia adalah ular dengan sembilan kepala, dia bisa saja bicara sambil tersenyum tapi dalam hatinya dia merencanakan sesuatu.

"Ada yang bisa ku bantu" sambungnya lagi.

"Apa Chaerin baik-baik saja, aku tidak bisa menghubunginya" aku tidak sepenuhnya berbohong dengan ucapanku, aku juga ingin menanyakan tentang Chaerin padanya. Selama berbulan-bulan aku tidak bisa menghubunginya, ku harap Chaerin baik-baik saja.

"Tentu saja baik" hembusan napas pendeknya terdengar, seperti sedang meremehkan sesuatu.

Aku tiba-tiba jadi khawatir pada Chaerin.

"Bukan hanya itu yang akan kau tanyakan kan?"

Ucapan Ronan mengagetkanku, dia memang orang yang sangat peka, tidak heran dia sangat di percaya oleh bosnya.

"Ya memang, untuk ukuran orang tua kau peka juga" ucapku menghina.

"Jangan remehkan aku, begini-begini aku punya pengalaman di atas 30 tahun, membaca niat seseorang semudah memakan permen kapas untukku" ucapnya bangga sambil terkekeh.

"Aku ingin kau menemukan seseorang untukku, aku akan membayarnya dengan harga yang pantas" aku langsung pada intinya, tidak ada untungnya berbasa-basi dengan Ronan.

"Kenapa? Kau ingin membunuhnya?"

"Bukan urusanmu, lakukan saja apa yang ku minta"

"Kau sangat tidak sabaran, tenang akan melakukan yang terbaik untukmu, sesuai dengan uang yang kau berikan" dasar tua bangka mata duitan.

ONE SHOT ALL KILL || JREN (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang