30 (MINKI)

86 19 0
                                        

"Maaf aku tidak bisa membantu penyelidikan, aku baru ingat kalau aku harus pergi"

Baekho memicingkan matanya menatapku dan berkacak pinggang.

"Kau pikir ini toilet umum, kau bisa datang dan pergi sesukamu!"

Dia mulai lagi, seingatku baru bulan lalu aku membahas tentang ini dengannya, dan dia terlihat sangat senang, Tapi sekarang dia malah marah dan membentak ku. Maunya apa sebenarnya.

"Kalau aku tidak di berikan izin, proses saja surat pengunduran diriku" aku melempar amplop ke atas meja di samping Baekho.

"Memangnya urusan apa sampai kau harus libur satu minggu!!"

"Aku akan menemui ibuku, dia akan segera di bebaskan"

Ucapanku seketika membuat Baekho terdiam, berani taruhan dia pasti lupa kalau ibuku akan di bebaskan.

"Benarkah? Ibumu akan di bebaskan? Kapan?" Baekho menanyaiku dengan antusias

Dia membuatku sangat kesal, ternyata benar dia lupa, otaknya sudah berubah jadi otot tanpa sedikitpun tersisa untuk berfikir.

"Bukannya aku sudah pernah bilang padamu! Mamaku akan di bebaskan lusa, aku berangkat lebih cepat untuk mengurus segala sesuatunya, supaya dia bisa ikut bersamaku ke sini"

Aku memukul Baekho dengan tas tanganku, dia perlu di pukul supaya ingatannya membaik. Bagaimana bisa dia jadi polisi jika hal kecil semacam ini saja bisa lupa.

"Ah iya, aku ingat" ucapnya dengan tampang tanpa dosa.

"Dasar"

"Aku ingin ikut bersamamu, tapi kasus ini benar-benar membuatku tidak bisa bergerak, maaf"

"Memangnya siapa yang ingin mengajakmu, aku tidak ingin memperkenalkan mamaku yang cantik padamu"

"Mamamu cantik? Tapi kenapa dia malah punya anak sejelek dirimu huh" ucap Baekho menghina sambil memonyongkan bibirnya.

Aku kembali memukulnya dengan tasku, mulutnya harus di sekolahkan dengan benar.

"Ampun, aku tidak akan mengataiku lagi, hentikan" aku menghentikan pukulan ku padanya

"Aku pergi sekarang"

Aku melambaikan tangan selagi pergi meninggalkan Baekho yang masih setia dengan senyuman bodohnya.

☠☠☠

New Jersey Amerika serikat

"Ma, bagaimana keadaanmu?"

Aku tersenyum senang saat seorang wanita berdiri di hadapanku dengan memegang dua tas besar, dia adalah mamaku.

Mama terlihat kurus, makanan di penjara pasti tidak enak, selesai dari ini aku harus membawanya makan ke tempat yang enak dan juga mengajaknya mengunjungi tempat-tempat yang menyenangkan.

Akan kubuat mama bahagia, setelah selama belasan tahun dia hidup menderita di penjara.

Aku memeluknya erat seakan tidak ingin melepaskannya, tubuhnya sangat kecil dalam pelukanku, wajahnya yang dulu cantik bersinar kini kusam dan terdapat guratan-guratan tanda penuaan, pipinya juga mulai mengendur.

Tapi mama masih sangat cantik, aku akan membawa mama ke klinik kecantikan dan membuat mama jauh lebih cantik lagi.

"Minki, kau sudah besar sekarang" mama tersenyum saat melihatku.

Selama ini aku hanya bisa melihat mama di balik dinding kaca, tapi sekarang bisa melihat senyumnya sedekat ini membuatku bahagia, sangat bahagia. Aku bahkan bisa menyentuhnya dan mendengar nafasnya.

ONE SHOT ALL KILL || JREN (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang