Melakukan operasi di malam hari sungguh sangat melelehkan. Apalagi jika itu operasi besar yang harus di lakukan berjam-jam.
Seperti sekarang, aku menyenderkan tubuhku dengan nyaman ke kursi kulitku, aku baru saja selesai melakukan operasi selama empat jam, seharusnya bisa selesai lebih cepat, tapi asistenku melakukan sedikit kesalahan, hanya sedikit tapi berdampak cukup besar.
Aku membuka laci mejaku dan mengambil hpku dari sana, seharian ini aku tidak melihat hp sama sekali, saking sibuknya, aku melihat 3 misscall dari Minki, aku tersenyum geli saat membaca pesan darinya.
Minki
Dokter Kim, aku merasa kepalaku pusing seharian ini, mungkin aku harus melakukan cek up lagi.
Lagi-lagi dia mencari alasan untuk bertemu denganku, aku yakin saat di periksa nanti tidak ada penyakit apapun yang di deritanya kecuali manja. Itupun kalau manja di kategorikan sebuah penyakit.
Ada misscall lain dari nomer yang tidak ku kenal. Baru saja aku memikirkan siapa yang menelpon ku, nomer itu menelpon ku kembali, aku langsung mengangkatnya, aku penasaran siapa yang menelpon selarut ini.
"Hallo"
"Bos dia mengangkatnya"
Terdengar suara berat di seberang sana, kutebak pria ini pasti seorang perokok berat.
"Jangan meleponnya brengsek, dasar sialan, lebih baik kau bunuh saja aku!! Diam! Aku harus mendapatkan uangku kembali, atau kau lebih suka gadis yang bernama Minki itu ku jual sebagai pelacur! Dasar bangsat, aku akan membunuhmu dengan tanganku! Hahaha, dasar tidak tahu diri! Cih!"
Aku mendengar percakapan aneh di seberang sana, setelah percakapan itu berakhir, aku mendengar suara pukulan keras, aku penasaran, siapa yang di pukuli itu.
"Maaf aku rasa kau salah sambung"
Aku berniat hendak mematikan telpon.
"Ini Jonghyun kan?"
"Ya, bagaimana kau bisa tahu?"
"Hahaha aku menangkap seorang pria, dia punya hutang yang sangat besar padaku, aku mendapatkan datamu darinya, sepertinya dia sedang mengawasi mu"
"Mengawasi ku? Sepertinya memang kau salah orang, maaf aku akan menutup telponnya"
"Namanya Inguk, kau kenal?"
Aku berfikir sejenak, mencoba mengingat-ingat apa aku punya kenalan bernama Inguk, tapi aku sama sekali tidak ingat.
"Tidak, aku tidak mengenalnya"
"Sudah ku bilang dia bukan siapa-siapa, mana mungkin dia membayarkan hutangku padamu dasar bodoh, aaggghh"
Suara pukulan keras dan teriakan terdengar lagi, pasti dia di pukuli lagi, kasihan juga.
"Baiklah kalau begitu aku tidak punya pilihan lain, cari gadis bernama Minki itu dan bawa ke padaku, gadis cantik sepertinya pasti bisa di jual dengan harga mahal"
Perkataan itu jelas bukan di tujukan padaku. Tapi aku mendengar samar-samar nama Minki di sebut.
Tak lama telpon terputus.
Wajah Minki langsung terlintas di dalam pikiranku.
Dengan cepat aku mencari nomer Minki di kontak hpku dan menelponnya.
"Kau baik-baik saja?" Todongku segera setelah Minki mengangkat telponnya.
"Iya tentu, ada apa dokter Kim?"
Suara Minki terdengar sangat lembut, aku yakin memang dia baik-baik saja.
"Tidak ada apa-apa, kau berada di mana sekarang?"
KAMU SEDANG MEMBACA
ONE SHOT ALL KILL || JREN (END)
Misteri / ThrillerChoi Minki seorang psikopat gila diam-diam mencintai kim Jonghyun seorang dokter tampan yang dulu menyelamatkan hidupnya Tapi Jonghyun punya sisi gelapnya sendiri. Aku suka saat mereka berteriak kesakitan, tapi aku benci harus membersihkan sisa maya...
