09 (MINKI)

158 32 10
                                        


Happy reading guys 😘

Aku berjalan perlahan, noda merah mengotori sepatuku, aku menginjak darah yang tergenang di lantai.

Kalau kalian pikir aku habis membunuh seseorang, kalian salah, ini adalah tempat tinggal Chaerin.

Dari luar memang seperti rumah jagal hewan biasa, tapi kalau di telusuri lebih jauh, akan ada ruangan khusus di sediakan untuk menjagal manusia.

Rumah jagal hewan hanya kamuflase, walaupun bisnis ini menguntungkan, tapi apa yang ada di baliknya jauh lebih menguntungkan.

Ini sebenarnya adalah kantor lintah darat yang mematok bunga pinjaman hingga 200%.

Kebanyakan tidak bisa membayar hutangnya dan berakhir di ruang operasi, ginjalnya akan di ambil untuk melunasi hutang, kalau ginjal tidak cukup mungkin di tambah dengan sepasang bola mata akan cukup.

Pemilik tempat ini tidak lain adalah Chaerin, aku bertemu dengannya saat mengunjungi mama di penjara, ibunya juga di penjara yang sama dengan mama.

Walaupun sekilas terlihat seperti tante-tante galak, tapi sebenarnya aku dan dia hanya berbeda lima tahun, tentu saja dia yang lebih tua.

Dia terlihat seperti wanita baik-baik dan terhormat, dia juga seorang member VIP di sebuah mall besar, kehidupannya di luar bisnis ini sangat glamor dan berkelas.

Tapi nyatanya dia lebih mengerikan di bandingkan denganku, dia yang mengajariku menggunakan pisau daging untuk menebas kepala seseorang. Tapi dia akan jinak jika di beri alkohol, itulah satu-satunya kelemahannya.

Saat aku masuk semua orang melihatku dengan tatapan menyeramkan sambil memegang pisau gading.

Tanpa memperdulikannya aku masih saja berjalan lurus memasuki sisi dalam rumah jagal ini.

Saat sudah masuk cukup jauh, aku mendengar jeritan seseorang dari balik pintu sebuah ruangan.

"Aku sedang mencoba pisau daging yang baru ku beli, ternyata cukup bagus" suara yang sangat familiar untukku terdengar dari arah belakang.

"Kau sangat marah saat aku menelpon mu, ku pikir kau sedang tidur!!"

"Aku emang sedang tidur tadi! Untuk apa aku punya banyak anak buah tapi aku masih juga bekerja, sebagai bos pekerjaan utamaku adalah tidur"

"Kau menjadi panutanku saat bekerja" ucapku menghina.

"Aku menonton berita, kalau tidak salah wanita yang di temukan tanpa kaki itu adalah wanita yang kau incar di club, pasti kau pelakunya"

"Ya itu dia, memangnya siapa lagi"

Chaerin tertawa saat mendengar ucapanku, entah bagian mana yang lucu menurutnya.

"Berapa banyak yang kau bawa?" Seketika Chaerin mengalihkan pembicaraan.

"Tiga, dan kondisinya masih sangat baru" aku tersenyum bangga pada diriku sendiri.

"Aku akan membayarnya secepatnya segera setelah organnya terjual"

"Tidak apa, kau ambil saja semuanya, anggap saja itu hadiah untukmu karena sudah membantuku tempo hari"

"Benarkah, kalau begitu terima kasih banyak" Chaerin menepuk-nepuk bahuku.

"Ngomong-ngomong kenapa matamu bengkak, kau habis menangis?"

Aku menyentuh mataku perlahan dan, ya memang agak bengkak, pantas saja seperti ada yang aneh.

"Kurang tidur" jawabku singkat, mana mungkin aku mengaku kalau aku habis menangis karena di tolak Jonghyun.

ONE SHOT ALL KILL || JREN (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang