Baru seperti kemarin rasanya aku mengajarimu memegang pisau.
Aku harap kau menjalani hidup yang lebih baik daripada aku, kau harus hidup bahagia.
Kau juga punya orang yang kau sukai, kau harus menikah dengannya dan berhentilah melakukan hal aneh.
Ucapkan salam ku pada mamamu, saat dia keluar nanti, bilang padanya kalau aku sangat berterima kasih karena selama ini dia menjaga ibuku di penjara.
Kau tahu tempat jagal hewan ku ini, aku membangunnya dari nol, ini tempat pertama yang berhasil menjadi miliku sendiri. Tolong bantu Bear menjaga tempat ini dengan baik sampai aku kembali.
Berikan gaji sepadan untuk semua anak buahku, kau juga tetap harus menagih hutang. Masih banyak di luar sana yang belum melunasi hutangnya padaku. Kalau mereka tidak bisa bayar, kau boleh mengambil sebelah ginjalnya, tapi biarkan dia tetap hidup.
Jaga dirimu, kau juga harus menjaga mamamu.
Aku sudah memutuskan untuk mengikuti Ronan, dan bekerja pada GD, aku ingin mencapai tujuanku. Supaya aku bisa mati dengan tenang haha.
Aku membaca surat yang di tinggalkan oleh Chaerin di atas meja kerjanya, dia pergi tanpa memberitahuku.
Dasar keras kepala, bisa-bisanya dia pergi tanpa berpamitan.
Aku tanpa sadar meneteskan air mataku, tidak ada lagi yang bisa ku ajak bertengkar, tidak ada lagi yang akan marah-marah saat aku menggangunya pagi-pagi.
Baru beberapa saat tapi aku sudah merindukannya. Agh aku merasa malu karena merindukan Chaerin.
Dia bilang aku harus menjaga tempat ini, aku kan tidak tahu bagaimana caranya mengatur sebuah tempat peminjaman uang dan menjadi rentenir, apalagi Chaerin adalah pimpinan gangster dan punya selusin anak buah, bagaimana caraku mengurusnya, ini membingungkan.
Aku meremas rambutku, aku tidak tahu siapa yang bisa ku mintai bantuan.
Biasanya aku bisa mengandalkan Inguk, tapi kan aku masih belum berbaikan dengannya.
Aku menghela nafas panjang dan duduk di kursi Chaerin. Baru kali ini aku duduk di kursi kebanggaannya.
"Ada seseorang yang ingin bertemu denganmu" seorang pria bertubuh gemuk tiba-tiba masuk mengagetkanku, aku kenal dia, dia adalah tangan kanan Chaerin, Bear.
Aku refleks berdiri dan melotot ke arahnya, aku harus bisa bersikap seperti Chaerin, tegas dan menakutkan. Tapi sepertinya wajah imutku tidak mendukung.
Aku hanya terlihat menyeramkan saat membunuh orang, di kehidupan nyata aku terlihat seperti boneka porselen yang rapuh.
"Kau seharusnya mengetuk pintu dulu!" Aku meneriakinya.
"Kenapa juga aku harus mengetuk pintu, ini juga ruanganku!" ucapnya lancar, dia sama sekali tidak menunjukan rasa takut padaku.
"Kau tahu kan Chaerin menyerahkan tempat ini padaku?"
"Dia menyuruhmu membantuku, jika tidak ingin membantu pergi saja sana!"
"Selama ini kau selalu hormat padaku, setelah Chaerin pergi kau malah kurang ajar!"
"Agh terserah saja, cepat terima tamumu sana" ucapnya acuh.
"Suruh saja dia masuk kalau begitu"
Aku kembali duduk di kursi Chaerin, sedangkan Bear pergi keluar, dia sepertinya sangat kesal dengan sikap sombongku.
Ternyata begini rasanya menjadi seorang bos, menyenangkan juga, banyak orang yang bisa di suruh-suruh.
"Senang?" Sebuah suara menghentikan kegiatanku berputar di atas kursi.
KAMU SEDANG MEMBACA
ONE SHOT ALL KILL || JREN (END)
Mystery / ThrillerChoi Minki seorang psikopat gila diam-diam mencintai kim Jonghyun seorang dokter tampan yang dulu menyelamatkan hidupnya Tapi Jonghyun punya sisi gelapnya sendiri. Aku suka saat mereka berteriak kesakitan, tapi aku benci harus membersihkan sisa maya...
