"Kapan kau akan memperkenalkan ku dengan pacarmu yang dokter itu?"
Baru saja aku masuk rumah mama sudah menyerangku dengan pertanyaan yang tidak ingin ku dengar.
"Mama belum tidur" aku mencoba mengalihkan pembicaraan.
Aku masih bingung dengan perasaanku, rasanya sesak karena tidak bertemu Jonghyun, padahal baru beberapa hari, tapi mungkin aku akan mati kalau tidak melihat senyum mama sehari saja.
"Jawab dulu pertanyaanku yang tadi" mama terus mendesak. Padahal aku sudah mengalihkan pembicaraan, seharusnya mama paham kalau aku tidak ingin membahasnya.
"Aku putus darinya"
Aku duduk mengambil posisi di sebelah mama. Ini sudah jam sebelas malam dan mama masih menonton tv, dan lagi-lagi film tentang zombie. Kenapa mama akhir-akhir ini suka sekali dengan zombie.
"Kenapa? Berarti aku tidak jadi memiliki menantu seorang dokter" wajah mama terlihat kecewa.
"Aku akan cari dokter yang lain" ucapku asal.
"Dimana kau akan mendapatkan dokter sepeti Jonghyun? Walaupun dia seumuran denganku, aku tidak keberatan kalau dia memanggilku mama"
Aku membelalakkan mata saat saat mendengar ucapan mama, dari mana dia tahu?
"Dokter Kim yang memberi tahu mama?"
"Jonghyun datang padaku dan berlutut, dia meminta restu dariku, dia sepertinya tulus, mana boleh kau menolaknya"
Sepertinya mama sedang berbohong padaku, Jonghyun tidak akan menjatuhkan harga dirinya sepeti itu, dia punya kehormatan yang harus di jaga sebagai seorang direktur di rumah sakit besar.
"Bercanda juga ada batasnya maa" aku bangun dan berniat untuk pergi ke kamar, tapi mama menarik telingaku dan membuatku kembali duduk di sebelahnya.
"Mama!!" Aku melotot ke arah mama, bisa-bisanya dia menarik telingaku, aku kan bukan anak kecil lagi, ini akan melukai harga diriku jika ada yang melihat.
"Makanya, kalau aku bicara dengarkan sampai selesai"
"Apa lagi yang harus ku dengar, aku lelah seharian bekerja, aku mau tidur" aku merengek sepeti anak kecil sambil menghentakkan kakiku.
"Pokoknya kau tidak boleh putus darinya, ini perintah dariku!"
"Bukannya mama menyukainya, mama saja yang menikah dengannya" ucapku ketus, dalam hati aku sangat berharap mama akan mengatakan tidak dengan tegas. Aku anak yang jahat kan?
"Big no! Dia itu menyebalkan, dan tukang perintah, saat sudah tua seperti ini sifatnya tidak berubah juga, dia bukan tipeku. Di bandingkan dia aku lebih suka pria muda. Temanmu yang bernama Inguk besok akan mengajakku ke club, kami akan party"
"Heh!!" Aku tidak bisa menahan rasa terkejutku, umurnya sudah setua ini dan dia ingin pergi ke club? Aku saja hampir tidak pernah.
"Mama menyukai Inguk?"
"Menyukainya sebagai pria? Tentu saja tidak" aku langsung bernafas lega saat mendengar jawaban mama. Aku tidak ingin si sialan itu menjadi papa tiriku, bayangkan saja bagaimana jadinya.
"Dia partner yang cocok untuk bersenang-senang, aku akan menikmati hidupku" ucap mama semangat.
Aku tidak bisa menahan mama untuk bersenang-senang, dia pantas menikmati hidupnya setelah sekian lama. Tapi kenapa juga harus dengan Inguk, dia seharusnya pergi dengan teman seumurannya.
☠☠☠
Ternyata persepiku tentang mama dan Jonghyun salah besar, aku jadi malu sendiri jika mengingatnya. Padahal aku sudah mengabaikan Jonghyun berhari-hari, dia pasti marah padaku, bagaimana cara memperbaikinya?
KAMU SEDANG MEMBACA
ONE SHOT ALL KILL || JREN (END)
Mystère / ThrillerChoi Minki seorang psikopat gila diam-diam mencintai kim Jonghyun seorang dokter tampan yang dulu menyelamatkan hidupnya Tapi Jonghyun punya sisi gelapnya sendiri. Aku suka saat mereka berteriak kesakitan, tapi aku benci harus membersihkan sisa maya...
