2 tahun kemudian
Wajahku terasa kering, hampir seharian aku berdiri di bibir pantai, menatap lautan yang terbentang luas di hadapanku.
Ternyata waktu berlalu sangat cepat, aku bahkan tidak sadar sudah melawati dua tahun hidupku di tempat kecil ini.
Dan lagi ini adalah hari peringatan meninggalnya mama. Satu tahun yang lalu mama meninggal, ternyata selama ini mama mengidap Multiple Myeloma, dia sama sekali tidak pernah memberitahuku tentang penyakitnya, bahkan Jonghyun juga merahasiakannya.
Butuh waktu lama untukku bisa bangkit lagi dari keterpurukan, aku sempat berpikir untuk menyerahkan diri menebus semua kesalahanku, mungkin kematian mama adalah karma untukku.
Tapi tentu saja gagasanku di tentang oleh Jonghyun, dia bilang aku hanya harus memperbaiki diriku mulai dari sekarang. Masuk penjara pun tidak ada artinya, tidak akan bisa menghidupkan kembali orang-orang yang ku bunuh.
Di sini sangat membosankan.
Bukannya sombong, tapi aku terbiasa hidup penuh dengan hingar bingar dan gemerlapnya kota besar, tidak pernah terpikirkan sedikitpun aku akan berakhir di pulau kecil yang di penuhi dengan sedikit penduduk, hidup sebagai pelarian memang tidak mudah.
Tapi aku memulai hidup baruku di sini, penuh dengan penyesalan. Walaupun kadang saat tersulut emosi aku hampir lepas kendali.
Tapi ingatan tentang orang-orang yang aku kasihi mengalami hal buruk karena aku, membuatku kembali sadar, aku tidak boleh kembali menjadi diriku yang dulu.
Aku akan memulainya dari awal, menjadi gadis baik, dan melindungi orang-orang yang aku sayang, bukannya malah membuat mereka dalam kesulitan.
"Mungkin tidak hari ini"
Jonghyun muncul tiba-tiba dan memelukku dari belakang, dia menumpukan dagunya di bahuku.
Rasanya sangat nyaman menikmati hembusan angin sambil melihat matahari terbenam, apa lagi itu bersama Jonghyun.
Dengan bodohnya Jonghyun meninggalkan pekerjaannya di rumah sakit besar, melepaskan jabatannya sebagai direktur hanya untuk bisa bersamaku di tempat ini.
Itu adalah pengorbanan yang sangat besar, mengingat betapa keras usahanya untuk bisa meraih posisi itu, dia mengorbankan segalanya untuk bisa menjadi dokter terbaik. Tapi sekarang dia mengorbankan nya juga, hanya untukku. Aku sungguh terharu.
"Kau menutup klinik lebih cepat dari biasanya"
"Tidak banyak yang datang, tutup lebih awal kurasa bukan masalah" Jonghyun mengeratkan pelukannya di pinggangku. "Sekali-kali aku juga perlu membuang waktuku seperti ini"
Aku menjitak kepalanya pelan, secara tidak langsung di mengataiku membuang-buang waktu. Tapi harus ku akui, memang apa yang aku lakukan sekarang ini membuang waktu, dan aku melakukannya hampir setiap hari.
Jonghyun membuka klinik kecil, tepat di samping rumah kami.
Penduduk di pulau ini hanya beberapa ratus orang, dan lagi orang-orang tua di sini sangat kolot, hanya sebagian yang percaya dengan dokter, dan sebagian lainnya memilih untuk melakukan pengobatan tradisional, bukannya sembuh tapi malah membuat penyakitnya lebih parah.
Dalam seminggu hanya satu atau dua pasien yang datang untuk berobat. Kebanyakan jonghyun malah di panggil untuk mengobati hewan ternak yang sakit. Padahal Jonghyun bukan dokter hewan, tapi Jonghyun tidak mengeluh sedikitpun.
Dia bilang dia akan menjalani hidupnya dengan bahagia, asal ada aku di sampingnya. Dia sangat manis, dimana lagi aku bisa menemukan pria sepertinya?
KAMU SEDANG MEMBACA
ONE SHOT ALL KILL || JREN (END)
Mystery / ThrillerChoi Minki seorang psikopat gila diam-diam mencintai kim Jonghyun seorang dokter tampan yang dulu menyelamatkan hidupnya Tapi Jonghyun punya sisi gelapnya sendiri. Aku suka saat mereka berteriak kesakitan, tapi aku benci harus membersihkan sisa maya...
