Kekuatan ini?
"Telekinesis..., lihatlah Lya! Kau punya kemampuan telekinesis!" teriak Steva setelah melihat aksiku.
Semua langsung terbengong bengong tak percaya. Ada yang saling berbisik satu sama lain. Ada yang hanya diam menatapku. Kecuali para master, mereka sepertinya telah mengetahuinya.
Kulihat master Olivia dan master Vion berbisik bisik.
Pasti tentangku! Andai aku punya kemampuan seperti Steva...
Semua begitu sibuk dengan kegiatan masing masing. Tanpa sadar aku melihat cahaya hitam pekat dibelakang murid murid. Seperti mata. Namun sangat negatif...
Apa itu?
Kenapa begitu dingin?
Kenapa begitu negatif?
Sangat tidak cocok ada disebuah lingkungan positif seperti ini?
Aku terus memandangi mata hitam itu. Tak ada seorangpun yang menyadari kehadiran aneh disini. Aku sengaja tak memberi tahu karena aku ingin mengetahui apa yang akan dilakukan mata hitam itu.
"Lya.. Apa yang kau perhatikan?"
Aku hanya memandangnya.
"Ooh.. Aku mengerti sekarang" ucap Steva. "Hati-hati, ada yang sedang memata matai kita"
"Dugaanku benar, Steva" ucapku.
Tak terduga sama sekali... Mata itu mengeluarkan satu panah. Panah itu melesat begitu cepat, dan berubah menjadi 10 panah.
"Semua, awas!" teriakku.
Tanganku reflek melakukan gerakan menangkis. Walaupun aku masih pemula dalam hal serang menyerang. Setidaknya ini dapat menyelamatkan mereka.
10 panah itu berbalik arah menuju mata hitam itu. Tapi anehnya panah panah itu malah terserap kedalam mata hitam itu. Tanpa memberi efek apapun.
Seluruh penghuni aula gentar. Terutama para murid murid. Tapi para master segera mengingatkan mereka untuk waspada. Karena kondisi yang tak terduga seperti ini.
Mata itu kembali mengeluarkan panah lebih banyak. Ada lima panah yang dikeluarkan dan berubah menjadi 10 panah lagi. Total 50 panah melesat kearahku.
Aku sigap melakukan gerakan menangkis lagi. Walaupun aku sama sekali tak menyentuh panah panah itu. Tapi kali ini aku mengeluarkan sedikit tenaga untuk menolaknya.
50 panah itu sukses kembali pada pengirimnya. Lalu terserap kembali seperti tadi. Kali ini, mata itu membesar. Mata hitam pekat yang jelek dan menyeramkan.
"Seraaangg!" teriak master Vion. Para master pun siap menyerang dengan kemampuan masing-masing.
Tapi berbeda denganku, apa yang bisa aku gunakan untuk menyerang? Aku belum pernah mengetahui kemampuanku sebelumnya. Apakah hanya bisa menghindari dan menangkis serangan musuh saja?
Mata itu mengeluarkan batu hitam besar dan panas. Terlihat dari batu itu mengeluarkan asap hitam yang begitu pekat. Tapi sialnya. Batu itu mengarah kepadaku saja.
Kenapa ini? Hanya terarah padaku saja?
Batu itu begitu besar... Aku menahan batu itu dengan tanganku tanpa menyentuhnya.
Tapi aku tak sanggup menahan laju batu itu. Tubuhku terdorong kebelakang. Aku semakin panik, batu ini kuat sekali!
Melihat itu, master Steva mengingatkanku akan suatu hal..
"Lya! Keluarkan emosimu! Fokuskan pikiranmu! Kau bisa!" teriaknya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Indigo Academy (Proses Revisi)
Teen FictionSedang dalam proses revisi! Lya's POV Aku datang di dunia yang asing bagiku. Aku melihat, semua orang yang ada di sini saling menunjukkan kemampuan luar biasa mereka. Mereka semua sama sepertiku, dalam label seorang anak indigo. Kita adalah anak-ana...
