36. a long and late night

2.9K 202 30
                                        

"Ah, Rhei apa yang kau..." Lya yang terkejut tak mampu melanjutkan perkataannya. Tubuhnya yang tadinya kokoh untuk tetap duduk tak kuasa menahan rasa lemahnya hingga limbung di bahu Rhei. Matanya yang masih menolak untuk terpejam mulai memberat.

"Tidurlah... " Ucap Rhei sekali lagi, dan tubuh Lya telah sepenuhnya hilang kesadarannya. Rhei tersenyum tipis melihat Lya tertidur sangat pulas dibahu kanannya. Ia mendekap Lya dengan erat.

***

Mentari pagi mulai perlahan terbit. Cahayanya mulai menembus lebatnya dedaunan hutan. Udara disekitar mulai menghangat.

Sang Putri yang dikenal sangat disiplin dan rajin bangun paling awal. Saat ini masih tertidur pulas. Entah apa yang membuatnya masih tertidur lebih lama dari biasanya.

Sementara diluar tenda, Nelia sedang membereskan barang-barang Putri yang dibawanya dari akademi. Meski tangannya dengan lincah bergerak membereskan barang, pikirannya masih penuh dengan pertanyaan, apa yang membuat Putri belum bangun?. Sebenarnya, ia ingin saja membangunkannya. Tapi, ia belum pernah melihat Putrinya tidur senyenyak ini.

Setelah beres, Nelia duduk disekitar perapian api unggun yang telah padam. Ingatannya kembali saat dahulu kala, ia bersama Putri Lya diistana Crystallion....

Flashback on

Malam telah larut, suasana istana mulai sepi. Raja dan Ratu sudah berada di kamar masing-masing. Sementara Pangeran Lyan bersama Putri Lya masih berada di serambi istana. Mereka berdua menikmati keindahan bulan purnama bersama. Nelia mengintip dari balik pilar besar, seketika dalam pikirannya kagum, Pangeran dan Putri begitu saling menyayangi selayaknya adik kakak. Walaupun dilatarbelakangi aturan kerajaan yang ketat, mereka berdua tetap meluangkan waktu untuk bersama dari kesibukan mereka masing-masing.

"Ini sudah larut, adikku. Kau belum mengantuk?" Tanya Pangeran Lyan kepada adiknya. Putri Lya menggeleng, lalu memeluk sang kakak. "Kakak terlalu sibuk dengan tugas-tugas kerajaan. Kadang aku mengintip dibalik pintu ruang kerjamu dengan harapan bisa bercanda denganmu, tapi kulihat kau selalu sibuk. Saat ini bersama kakak, bagaimana aku bisa mengantuk?".

Pangeran Lyan tersenyum, tangannya mengelus rambut panjang Putri Lya yang dihiasi mahkota Putri Crystallion, "kau sangat pintar berkata-kata indah, bagaimana jika laki-laki lain yang mendengarmu?" Godanya.

Putri Lya terkekeh, "jika ada seperti itu, aku tak yakin akan semahir dengan kemampuanku dalam menggoda kakak"

Mendengar itu, Pangeran Lyan menggeleng, "sudah larut, tidurlah... Esok jika ada kesempatan, kakak akan mengundangmu keserambi ini lagi."

Putri Lya mengangguk, lalu ia beranjak dan tersenyum, "selamat malam kakak!" Ucapnya lalu berlari kecil menuju pintu. Nelia mundur beberapa langkah agar Putri Lya tak melihatnya mengintip.

Langkah Putri kemudian terhenti. Pendengarannya yang tajam mendengar langkah tersembunyi. Matanya langsung melihat pilar besar karena ia yakin sumbernya berasal darisana.

"Siapa itu?" Tanyanya sambil mendekat kearah pilar besar. Jantung Nelia berdegup kencang, ia tertangkap basah sekarang.

"Itu aku, Putri" ucap seorang gadis yang muncul dari pilar besar. Putri Lya mengernyit, "Nelia? Sedang apa disana?"

Indigo Academy (Proses Revisi)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang