"Aku, Lya Indy Crystallion!"
Terdengar suara gemuruh yang menggoncang. Lya dapat melihat keluarganya.
"A... Ayah? Ibu?" ucap Lya tak percaya. Keluarganya berkumpul dihadapannya. Tapi tak menyadari kehadirannya.
Lya melangkah mendekati keluarganya. Ayahnya dan ibunya mempunyai kemiripan dengannya. Lya semakin yakin apa yang dikatakan Adar Rhei. Ini keluarganya, ini rumahnya.
Raja Roariel, Ratu Dilia, kemudian siapa anak perempuan itu? Rambutnya panjang bergelombang dengan manik matanya berwarna nila. Kalau kata orang-orang tentang Lya. Ia juga memilikinya. Itu, itu dirinya?
Pandangannya beralih kesaudara kembarnya. Ia sangat mirip dengan Lya, hanya saja rambutnya pendek, ya... Dia laki-laki.
"Kembar tak seiras..." ucap Lya sendiri.
Sepertinya keluarganya sedang berbicara hal yang penting, sampai harus diberi pelindung pada ruangannya.
"Raja, kita tak bisa membiarkan Darzie mengancam kita seperti ini" mulai ratu Dilia. Raut mukanya berubah khawatir.
"Aku sependapat denganmu, istriku. Tapi apa yang dapat kita lakukan?" Ucap raja bingung. Sedangkan Lya dan saudaranya diam saja. Mereka menyimak dengan seksama.
Pangeran itu menjawab pertanyaan ayah. "Aku akan melawan Darzie, ayah."
Buru-buru Raja Roariel mencegah" kau yang kami lindungi, pangeran Lyan. Jadi kau tak boleh kemanapun. Tetap diistana ini!" ucap raja tegas.
Tunggu, Lya sedikit mendengar nama pangeran itu, Lyan. Tapi... Pasti ada nama panjangnya. Mungkin akan sama seperti namanya. Bagaimana cara Lya mengetahuinya?
"Aku takut, ayah. Aku mendapat firasat buruk" ucap putri cemas. Lya yang mendengarnya juga terkejut. Dahulu dia sangat peka.
"Ada apa, putri Lya?" tanya Ratu Dilia, wajahnya mulai cemas. Ia tahu putrinya ini bisa mengetahui dan memprediksi yang belum terjadi. Apalagi untuk saat ini, hal yang tak mungkin bisa menjadi mungkin.
"Aku dan Lyan akan terpisah" ucap putri gemetar. Terlihat jelas dimukanya yang sangat khawatir.
Ratu Dilia terlihat shock. Ia tak bisa berkata-kata untuk membalas pernyataan putrinya, apalagi untuk dirinya sendiri. Tapi bagaimanapun, seorang ibu adalah semangat anak-anaknya. Maka itulah ibu harus terlihat kuat.
Lya tak kuat melihat ekspresi keluarganya. Lya tak kuasa menahan gejolak untuk bertemu mereka semua. Lya rindu, sangat rindu.
Lya menangis, saat itulah dia merasa terhempas. Bayangan keluarganya hilang dari pandangannya. Semuanya menjadi putih...
.
.
.
"Lya... Putri bangun!" panggil seseorang.
Lya merasa enggan terbangun. Tubuhnya rasanya berat, begitu juga kepalanya. Entah berapa lama dia dalam keadaan seperti ini.
"Kalau putri tidak bangun, aku tinggal lho" ancam orang itu. Merasa terancam, Lya membuka mata.
"Hhhmm... Aku dimana?" tanya Lya setelah mengucek matanya yang pandangannya terlihat kabur.
"Ditempat yang sama seperti tadi" jawab orang itu datar. Seperti tak ada rasa terkejut sama sekali.
"Adar Rhei?! Sejak kapan kamu disini?" Lya terkejut setelah mengetahui ia bersama Adar Rhei.
Adar Rhei tak menjawab pertanyaannya, ia hanya tersenyum.
Lya makin bingung dengan sikap Adar. Namun ia tak mau ambil pusing. Ia mencoba bangkit dengan kepala yang sedikit berat. Ia hampir jatuh kehilangan keseimbangan, namun dengan cepat Adar memapahnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Indigo Academy (Proses Revisi)
Ficção AdolescenteSedang dalam proses revisi! Lya's POV Aku datang di dunia yang asing bagiku. Aku melihat, semua orang yang ada di sini saling menunjukkan kemampuan luar biasa mereka. Mereka semua sama sepertiku, dalam label seorang anak indigo. Kita adalah anak-ana...
