Lya benar-benar tidak menyangka Steva dan teman-temannya adalah seorang master di akademi ini. Setelah menyadari semua itu, Lya langsung menundukkan kepalanya. Ia merasa malu karena sudah berbicara begitu akrab seperti teman setingkat kepada mereka semua saat makan tadi.
Tiba-tiba seorang lelaki muncul dari belakang panggung menuju ke hadapan mereka semua. Para master lainnya langsung memberi jalan padanya. Lya tampaknya sudah mengenali pria itu, pakaiannya jauh lebih elegan dan sikapnya yang berwibawa membuat Lya kagum melihatnya. Baik master ataupun muridnya, semua umurnya setara di sini. Namun kemampuanlah yang membuat para master disegani.
Semua orang langsung membungkukkan badannya, "Selamat datang kepada Kepala Akademi Indigo," sambut semua orang, Lya turut mengikutinya.
Lelaki itu tersenyum dan mengangguk. Kemudian ia bersama para master lainnya duduk di kursi mereka masing-masing. Jumlah kursi itu ada sembilan, tapi Lya mengernyit karena jumlah semua master ditambah kepala akademi hanya delapan. Lalu yang satu untuk siapa?
"Para murid akademi, malam ini satu teman kita telah bergabung dan tiba di sini. Sesuai tradisi kita, kita akan mempersilakannya untuk memperkenalkan diri dan menguji bakat alaminya," ucap kepala akademi itu. Lya langsung terhenyak, kata-katanya tentu saja ditujukan untuknya. Lya merasa tidak ada murid baru lain selain dirinya.
Kepala akademi itu langsung mengetahui keberadaan Lya, "Silakan maju, Lya," sambungnya.
Lya terkejut, padahal di depannya ada banyak sekali murid, tapi kepala akademi itu bisa mengetahui keberadaannya secara langsung. Lya hampir tidak mempercayai apa yang telah ia alami hari ini.
Semua murid ikut menengok ke arah Lya berdiri. Lya menjadi tambah gugup. Akhirnya ia melangkah maju menaiki panggung dan berada di depan semua murid akademi yang sangat banyak ini. Bayangkan betapa gugupnya Lya saat itu.
Mereka semua diam menunggu Lya bicara. Akhirnya Lya mengenalkan dirinya, "Halo semuanya, namaku Lya Indy Crystallion. Aku biasa dipanggil Lya. Senang bisa bergabung dengan kalian semua di akademi ini," ucap Lya dengan senyuman manisnya.
Kepala akademi itu mengangguk, "Lalu kami juga akan memperkenalkan diri. Ada delapan master di akademi indigo ini. Aku, Kepala Akademi Indigo, Vion. Aku juga merangkap sebagai Master Ilusi," ucapnya memperkenalkan diri.
Kemudian delapan master lainnya saling mengenalkan dirinya secara bergantian. Lya harus bisa mengingatnya. Kedelapan master itu adalah sebagai berikut:
1. Master Vion, master ilusi.
2. Master Stevany, master pengendali pikiran.
3. Master Olivia, master prediksi dan keberuntungan.
4. Master Tize, master waktu dan kronologi.
5. Master Hyla, master pengobatan (healing).
6. Master Ghia, master keghaiban.
7. Master Luna, master cahaya dan aura.
8. Master Elve, master elemen (telekinesis).
9. Master...?
Seorang master adalah guru di sini. Mereka mengajar sesuai bakat alaminya masing-masing. Semua murid di sini pun terbagi-bagi sesuai kelasnya dan menjadi murid mereka.
Setelah mereka semua memperkenalkan diri, Vion melihat ke arah Lya, "Baiklah, untuk menentukan kau adalah murid siapa dan berada di kelas mana, bakat alamimu akan diuji sekarang juga. Katakan, apa bakat alamimu?" tanya Vion tanpa basa-basi.
Lya langsung pucat pasi, ia benar-benar tidak mengetahui apa bakat alaminya. Bagaimana ia bisa memilih penguji untuk menguji kemampuannya?
"Maafkan aku, Kepala Akademi. Tapi aku belum mengetahui apa bakatku." Jawab Lya jujur. Semua orang langsung terkejut dan saling berbisik mengenai Lya. Lya melihat semua reaksi para murid lainnya, ia menjadi semakin gugup.
Vion langsung mencairkan suasana, "Tidak masalah, kau diundang kemari karena kau memiliki bakat sebagai seorang indigo. Namun bakat dari seorang indigo itu bermacam-macam. Jadi jika kau sampai disini, kau pasti memiliki bakat." Jelas Vion yakin.
"Kalau begitu, kami semua akan mengujimu satu per satu," tambahnya. Lya langsung terkejut. Ia tidak tahu bagaimana cara menghadapi semua master ini. Lya hanya ingat kalau di dunia ia bisa melihat makhluk gaib. Tapi setelah datang kemari, ia belum melihat satu makhluk gaib pun di dunia ini. Hanya itu saja yang ia tahu.
Yang pertama memulai adalah Master Ilusi, Vion. Ia menciptakan ilusi berupa lima kuncup bunga di hadapan Lya. Lya disuruh untuk memilih satu kuncup bunga diantara lima itu. Jika pilihannya benar dan menyentuh kuncup bunga yang nyata, kuncup bunga itu akan mekar. Tapi jika yang ia sentuh adalah ilusi, maka kuncup bunga itu akan menghilang.
"Setiap indigo yang dilahirkan dengan bakat ini, dia bisa membedakan mana yang berupa ilusi dan mana yang asli. Ilusi hampir sama dengan sihir. Jadi silakan kau coba," pesan Vion sebelum Lya memilih satu kuncup bunga. Lya bingung karena ia tidak bisa membedakannya. Akhirnya ia memilihnya dengan acak sesuai kata hatinya.
Lalu ternyata kuncup bunga pilihannya menghilang. Lya telah gagal dan tidak memiliki bakat ini.
Kemudian ujian yang kedua diujikan oleh sahabatnya sendiri, Stevany. Ia adalah Master Pengendali Pikiran. Lya penasaran ujian apa yang akan diberikan oleh sahabatnya ini.
Steva tersenyum, "Ujian dariku sangat mudah, cukup kau baca pikiranku. Ini adalah kemampuan dasar dari indigo yang memiliki bakat pengendali pikiran. Kalau kau bisa melakukannya, itu berarti kau memiliki bakat ini," jelasnya sebelum memberi ujian kepada Lya.
Lya mengangguk saja. Walaupun ia tidak tahu apa yang harus dilakukan. Tapi ini hanya tentang pikiran. Jika ia memang memiliki bakat ini, dia akan dengan mudah membaca pikiran Steva.
"Silakan," ucap Steva memberi kesempatan. Lya segera memfokuskan dirinya kepada Steva. Namun selama satu menit, ia tidak mengetahui apapun dan tidak mendapat apapun dari usahanya. Steva langsung mengetahuinya, "Ternyata kau tidak bisa melakukannya, Lya. Kau tidak memiliki bakat ini." Jawab Steva menutup ujiannya.
Lya mengangguk saja, mungkin dua ini memang bukan keahliannya. Masih banyak ujian lain yang bisa ia coba. Ia sudah datang ke dunia ini dan di akademi ini. Semua yang terjadi pasti ada alasannya, bukan?
#tbc
KAMU SEDANG MEMBACA
Indigo Academy (Proses Revisi)
Fiksi RemajaSedang dalam proses revisi! Lya's POV Aku datang di dunia yang asing bagiku. Aku melihat, semua orang yang ada di sini saling menunjukkan kemampuan luar biasa mereka. Mereka semua sama sepertiku, dalam label seorang anak indigo. Kita adalah anak-ana...
