10. Panggilan Master Vion

5.1K 402 7
                                        

Kenapa dia memanggilku?

Lya terus membuntuti Vion kearah yang tak asing baginya. Tempat yang dulu pernah ada insiden penyusup. Tempat aku membuka rahasiaku kepada para master.

"Ini, ruang headmaster kan Vion? Ada apa mengajakku kemari?" tanya Lya penasaran. Ia ingin mengaktifkan kemampuannya. Tapi takut karena diluar sini ramai orang.

"Kau ini master, Lya. Para master seharusnya sudah biasa berkumpul ditempat ini. Kau, juga harus biasa disini. Jangan seperti murid!" ucap Vion penuh penekanan. Tapi itu tak membuat Lya apa-apa. Sudah biasa ketua akademi seperti itu. Batinnya.

Vion membuka pintu besar ruangan itu. Lya terkejut karena tak sama dengan kemarin. Banyak yang berubah disini.

"Vi... Vion? Kenapa jadi seperti ini? Ini..." Lya tak meneruskan ucapannya. Ia terlalu sibuk menyusuri ruangan itu.

"Kita kedatangan tamu istimewa, Lya. Jarang-jarang ada yang hadir dari alam lain"

Lya bingung... Ia mencoba menangkap maksud Vion sambil matanya tak lepas mengamati pemandangan ruangan yang mengagumkan itu.

"Alam lain? Alam apa itu? Apa tujuannya datang kemari?"Lya semakin penasaran. Tapi Vion mendiamkannya. Itu sudah cukup membuatnya kesal sekarang.

Lya sebal. Ia akan mengaktifkan kemampuannya sekarang. Ya, kemampuan membaca pikirannya sudah hampir aktif. Sampai ada suara yang mengganggu konsentrasinya.

"Hei Lya!" suara perempuan mengagetkan Lya. Manik matanya yang hampir putih tadi berubah menjadi coklat lagi.

Lya menoleh kesumber suara tadi. Ia terkejut, semua master sudah berkumpul diruangan ini tanpa ia ketahui. Ada apa sebenarnya ini?

"Jangan aktifkan kemampuanmu dulu. Biar nanti peri Willyn yang akan membantumu" ucap Steva.

Lya melongo. Membantunya? Peri? Peri Willyn? Siapa? Apa hubungannya denganku? Mengapa datang kemari? Ini... Apa?

"Mengapa kalian mengubah ruangan ini? Apakah untuk menyambutnya?" tanya Lya sambul menebak.

"Benar, ini semua adalah ilusiku"

Sulit dipercaya, jadi ini semua ilusi?

Ketika kalian membuka pintu tersebut. Pertama kalian lihat adalah pintu berukir indah berwarna ungu berkilauan bernamakan IA. Ketika kalian masuk akan terlihat ruangan besar berwarna ungu, pink dan emas dibagian sudut belakang yang terlihat terbuat dari kristal.

"Mengapa dominan ungu kristal disini?" tanya Lya tak habis pikir.

"Karena aku terinspirasi oleh gadis ungu" jawab Vion santai.

Gadis ungu? Gadis yang pernah menghalau serangan dari mata hitam itu? Gadis yang pernah bertemu dengan Vion malam itu?

Itu adalah... Lya bukan?

Lya tak menyangka kalau Vion benar-benar memperhatikannya. Sampai ia mengaplikasikannya pada kekuatan ilusinya itu. Tapi Lya tak mau ambil pusing. Ia ingin menjalani hidupnya dengan damai. Itu saja.

Lya melihat sekeliling sekali lagi. Pakaian mereka begitu berbeda hari ini. Apakah ini seragam khusus? Yang perempuan memakai dress pendek yang anggun. Laki-laki memakai jas. Menawan.

"Benar Lya, ini seragam khusus kami di event tertentu. Karena tamu kami tak biasa. Jadi kami sepakat memakainya."

Lya berdehem pelan. Pakaian Master Olivia pink, Master Ghia ungu pekat, Master Steva biru, Master Hyla hijau, Master Luna kuning, Master Tize coklat, Master Elve oranye, Master Vion biru dongker.

Indigo Academy (Proses Revisi)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang