36

217 32 3
                                        

Bagi yang sudah terbutakan oleh cinta, kesalahan sebesar keinginan kalian bertemu bias saja akan dimaafkan, apalagi hanya masalah orang yang tidak profesional saat bercanda. Dicandain agak bablas aja langsung marah. Nyindir ya thor?! Syukur deh, sadar juga.

Tapi bukan Sejeong yang baik hati, tidak sombong dan mau memaafkan jika tidak mau memaafkan kekhilafan kekasih tercinta. Sejeong menerima permintaan maaf Daniel karena ingat hari ini bertepatan dengan hari raya Idul Fitri yang identik dengan maaf- memaafkan, tapi dengan syarat.

Hubungan Sejeong dan Daniel setelah bertengkar beberapa hari yang lalu sudah membaik, bahkan sudah seperti biasa.

"SEJEONG! " teriak Yoojung tepat di telinga Sejeong.

Sang empu yang kaget refleks berteriak sambil mendorong, sampai Yoojung terjatuh di kolam ikan yang berada di dekat mereka.

Yoojung mengusap wajahnya yang penuh dengan air, ralat semua bagian tubuhnya.
"Sialan! " umpat Yoojung.

Sejeong tertawa terbahak- bahak melihat Yoojung yang sudah basah kuyup, untung kolam ikannya dangkal, kalo tidak bisa mati si Yoojung karena tidak bisa berenang.

Dengan inisiatif, Sejeong mengulurkan tangannya pada Yoojung, tapi Yoojung malah membuang wajahnya ke arah lain. Kesal.

Merasa tidak mendapat reaksi, Sejeong menarik kembali uluran tangannya, tapi Yoojung lebih dulu meraih tangan Sejeong.

Sejeong tersenyum kecil. "Masih mau ngagetin orang? " tanya Sejeong setengah menyindir.

Yoojung mencibikkan mulutnya. "Kau membuatku basah, kau harus memberikanku pakaian ganti! "

"Kau yang salah. Tapi soal pakaian ganti nanti lah gampang! "

Yoojung tersenyum misterius, seolah banyak rencana yang berputar di otaknya. "Tapi aku maunya kau membelikanku baju ganti yang baru, rancangannya Jessica Jung, " ucap Yoojung sambil menaikkan kedua alisnya menggoda.

"Kau fikir aku ibumu? Aku saja beli baju baru setahun sekali barang kw lagi, ehh kau minta barang ori plus mahal, " kesal Sejeong.

Yoojung hanya menunjukkan cengiran kudanya. Nggak tau apa kalo Yoojung itu fanatik sama yang namanya barang branded, Woojin aja sampai pernah ngasih jam tangan sama tas merk Gucci. Dan itu nggak cuma sekali, tapi ber 3 kali.

Mereka beranjak ke kamar Sejeong. Sementara Yoojung sedang mengganti pakaiannya yang basah, Sejeong menyiapkan minum dan beberapa camilan. Mungkin Soju oke!

"Oh ya Sejeong, chat mu dengan Daniel masih delieve? Padahal sudah tiga hari yang lalu, " tanya Yoojung yang memang sengaja mengotak atik ponsel Sejeong.

Sejeong menyeritkan kedua alisnya, bingung. Ya gadis itu lupa mengenai hal itu. Sejeong mengambil ponselnya dari tangan Yoojung.

"Ohhh, " Sejeong hanya ber oh ria.

"Iya, terakhir kali aku berkomunikasi dengan Daniel memang tiga hari yang lalu, dia bilang sangat sibuk. Katanya ada masalah di perusahaannya, " jelas Sejeong.

"Kau tidak mau menghubunginya? " Yoojung heran.

"Dia sedang sibuk, aku tak mau posesif padanya, biar saja! "

Yoojung membuang nafas kasar, sejak dua hari yang lalu ia menyimpan satu hal yang hanya bisa ia pendam. Dan itu menyangkut tentang Daniel, dan mungkin hubungan Sejeong dan Daniel. Yoojung ingin mengatakannya tapi ia takut apa yang ia tahu salah.

Namun untuk saat ini Yoojung memilih diam, entah Sejeong tahu atau tidak yang terpenting ia akan mastikan semuanya lebih dulu.

Yoojung langsung meneguk orange jus yang diberikan Sejeong. Tenang saja, Soju tidak tersedia di rumah Sejeong, kecuali pada saat saat tertentu, dan Yoojung sangat menunggu saat saat tertentu itu. Ayolah siapa yang akan mau melewatkan Soju dengan kualitas mahal milik orang kaya, ya paling nggak bukan miras oplosan, yang cuma pengen gaya- gayaan tapi nggak punya modal ujung ujungnya modar.

Love In Eastern Sky [Completed]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang