20

222 45 1
                                        

Fyi, untuk part ini akan lebih banyak di dominasi oleh Woojin dan Yoojung. Ok!

"Kenapa? Kau marah? " tanya Woojin tak merasa bersalah.

Yoojung tetap diam seolah menulikan diri. Yoojung benar-benar marah dengan Woojin.

Woojin menoleh ke jok belakang, Hyunjoon tengan tertidur sambil menyender di batas tengah.

"Aku akan memberi tahumu sesuatu, "

💿💿💿

Author POV

"Beritahu apa? " tanya Yoojung penasaran

"Sesuatu yang tak pernah kau duga sebelumnya, "

Yoojung menautkan kedua alisnya sambil menatap tajam Woojin.

"Apa? "

"Akan kuberi tahu, tapi tidak sekarang, "

Yoojung membuka mulutnya tak percaya. Woojin benar-benar memainkan emosinya kali ini. Ucapan Woojin benar-benar membuat Yoojung kecewa sekaligus kesal.

"Kau mempermainkanku? Menyebalkan, "

Woojin hanya diam seolah tak peduli. Tak ada raut- raut niatan untuk bercanda.

"Aku tidak mempermainkanmu, aku akan memberitahumu tapi tidak sekarang, "

"Tidak! Kau harus memberi tahuku sekarang, aku tidak peduli. Aku sudah mendengar clue mu. Aku sudah dengar, jadi se- ka- rang kau be- ri ta- hu! " tuntut Yoojung dengan penuh penekanan di beberpa kata terakhir.

Woojin menggeleng dengan heran. Sejak awal semua ini memang membuat Woojin frustasi. Dirinya harus berusaha menutupi segalanya dari siapapun, termasuk dari Yoojung- pacarnya. Coba saja saat itu ia tak melihat-- lupakan!

"Terserah padamu lah aku tak peduli, "

"Diamlah jangan banyak bicara nanti Hyunjoon bangun! "

SKIP

"Terimakasih Sungwoo, sudah memberiku tumpangan, " ucap Sejeong setelah turun dari mobil

Porsche Boxster milik Sungwoo.

"Tidak masalah. Oh ya by the way,  kau tidak tinggal bersama ibumu saja? " pertanyaan yang membuat Sejeong merasa--

Dasar Sungwoo tak bisa melihat keadaan. Tunggu! Ini bukan salah Sungwoo, pria itu tidak tahu apapun walaupun sudah pernah berpacaran dengan Sejeong. yang Sungwoo tahu, Sejeong memang sengaja tinggal terpisah dengan Nyonya Sooji agar jarak ke kampus lebih dekat. Tapi sayangnya bukan seperti itu.

"Tidak, aku belum lulus. Dan mungkin aku akan jarang menemui ibuku, "

Sungwoo mengangguk faham. Pria itu percaya saja.

"Ya sudah aku pulang dulu ya! Woojin, Yoojung aku pulang dulu ya! " ucap Sungwoo pada Sejeong kemudian berteriak pada Woojin dan Yoojung yang berada tidak jauh.

"Ya hati-hati! "

Yoojung menatap sinis Woojin yang baru saja memberi mandat pada Sungwoo agar pria itu hati- hati. Lagi pula jika Sungwoo berhati-hati pun belum tentu akan selamat. Jika sudah takdirnya Sungwoo untuk mati, kenapa Woojin mendahului takdir Tuhan.

Love In Eastern Sky [Completed]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang